24
Jun
Oleh Abu Thalhah pada Aqidah, Firqoh, Syi'ah. 13 Komentar
Mayoritas kaum muslimin menilai bahwa menentukan sikap terhadap Syi’ah adalah sesuatu yang sulit dan membingungkan. Kesulitan ini terpulang kepada banyak hal. Di antaranya karena kurangnya informasi tentang Syi’ah. Syi’ah menurut mayoritas kaum muslimin adalah eksistensi yang tidak jelas. Tidak diketahui apa hakikatnya, bagaimana ia berkembang, tidak melihat bagaimana masa lalunya, dan tidak dapat diprediksi bagaimana di kemudian hari. Berangkat dari sini, sangat banyak di antara kaum muslimin yang meyakini Syi’ah tak lain hanyalah salah satu mazhab Islam, seperti mazhab Syafi’i, Maliki dan sejenisnya.
Ia tidak memandang bahwa perbedaan antara Sunnah dan Syi’ah bukan pada masalah furu’ (parsial) saja, akan tetapi banyak juga menyinggung masalah ushul (fundamental).
Hal lain yang menyulitkan untuk menentukan sikap terhadap Syi’ah adalah; bahwa mayoritas kaum muslimin tidak bersikap realistis dan praktis. Mereka sekedar berangan-angan dan berharap tanpa mengkaji…
Dengan bahasa yang sok logis, sebagian kaum muslimin mengatakan: “Lho, mengapa harus terjadi perselisihan? Ayolah kita duduk bersama dan melupakan perselisihan di antara kita… yang Sunni meletakkan tangannya di atas yang Syi’i dan berjalan sama-sama. Toh kita semua juga beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan hari kiamat?”
Orang ini lalai bahwa masalah yang sesungguhnya jauh lebih rumit dari ini…
Sebagai contoh, orang yang Lanjutkan membaca
24
Jun
Oleh Abu Thalhah pada Aqidah, Firqoh, Syi'ah. 1 Komentar
Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah membimbingmu ke atas Siratal Mustaqim.
Bahwasanya orang-orang orientalis dan orang-orang syiah berusaha untuk merusak aqidah umat Islam. Mereka mencela, menuduh pengkhianat, bahkan kafir terhadap para Sahabat – murid-murid Rasululllah shallallahu waalaihi wa sallam.
Mereka membungkus kejahatan mereka dengan kata-kata yang indah, dengan memberikan tinjauan-tinjauan politik, ekonomi, sosial budaya terhadap Sejarah Islam, tetapi pada ujungnya mereka mencela para Sahabat.
Mengapa mereka mencela para Sahabat ? Lanjutkan membaca
24
Jun
Oleh Abu Thalhah pada Aqidah. 3 Komentar
Pada hari Sabtu yang lalu (2/5/2009) eramuslim berkesempatan menghadiri sebuah seminar tentang kajian mengenai Syiah di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru jakarta Selatan.
Banyak hal yang bisa di dapat dari kajian tersebut, dan selesai acara di tangga masjid Al-Azhar, eramuslim berkesempatan mewawancarai secara singkat pembicara utama dalam kajian tersebut yaitu Ustadz Farid Okbah, MA. Ustadz ini sangat terkenal dengan ketegasannya berkaitan dengan persoalan Aqidah.
Berikut wawancara singkat tersebut : Lanjutkan membaca
17
Jun
Oleh Abu Thalhah pada Akhlak, Nasehat. 1 Komentar
Ketika ibu dari Iyas bin Muawiyah wafat, Iyas meneteskan air mata tanpa meratap, lalu beliau ditanya tentang sebab tangisannya, jawabnya, “Allah bukakan untukku dua pintu masuk surga, sekarang, satu
pintu telah ditutup.”
Begitulah, orangtua adalah pintu surga, bahkan pintu yang paling tengah di antara pintu-pintu yang lain.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ORANG TUA adalah Lanjutkan membaca
2
Jun
Oleh Abu Thalhah pada Kisah, Salaf. Tinggalkan sebuah Komentar
Gua Tsur….
Wajah Abu Bakar Radhiyallahu Anhu pucat pasi. Langkah kaki para pemuda Quraisy tidak lagi terdengar samar.
Tak terasa tubuhnya bergetar hebat, betapa tidak, dari celah gua ia mampu melihat para pemburu itu berada di atas kepalanya. Setengah berbisik berkatalah Abu Bakar Radhiyallahu Anhu,
“Wahai Rasul Allah, jika mereka melihat ke kaki-kaki mereka, sesungguhnya mereka pasti melihat kita berdua.”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memandang Abu Bakar penuh makna. Ditepuknya punggung sahabat dekatnya ini pelan sambil berujar “Janganlah engkau kira, kita hanya berdua. Sesungguhnya kita bertiga, dan yang ketiga adalah Dia, yang menggenggam kekuasaan maha, Allah.”
Sejenak ketenangan menyapa Abu Bakar ?. Sama sekali ia tidak mengkhawatirkan keselamatannya. Kematian baginya bukan apa-apa, ia hanya lelaki biasa. Sedangkan, untuk lelaki tampan yang kini dekat di sampingnya, keselamatan di atas mati dan hidupnya. Bagaimana semesta jadinya tanpa penerang. Bagaimana Madinah jika Lanjutkan membaca
19
Mei
Oleh Abu Thalhah pada Hadits, Salaf. Tinggalkan sebuah Komentar
Berikut beberapa keutamaan Beliau Radiyallahu Anhu dalam kitab Sahih Muslim:
• Hadis riwayat Abu Bakar Sidik Radiyallahu Anhu, ia berkata:
Aku melihat kaki orang-orang musyrik di atas kepala kami tatkala kami berada dalam gua. Aku berkata: Wahai Rasulullah kalau saja salah seorang dari mereka melihat ke kedua kakinya sendiri, niscaya dia akan melihat kita yang berada di bawahnya. Beliau bersabda: Wahai Abu Bakar, apa dugaanmu yang bakal terjadi pada dua orang di mana yang ketiganya adalah Allah. (Shahih Muslim No.4389)
• Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri Radiyallahu Anhu:
Bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wasallam pada satu hari berada di atas mimbar lalu beliau bersabda: Ada seorang hamba yang diberikan pilihan oleh Allah antara Allah akan memberinya kemewahan dunia atau memberi sesuatu yang ada di sisi-Nya. Ternyata hamba itu memilih sesuatu yang ada di sisi-Nya. Setelah itu Abu Bakar tampak menangis kemudian berkata: Kami bersedia menebus engkau dengan bapak dan ibu kami. Abu Said Al-Khudri Radiyallahu Anhu mengatakan: Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wasallam lah hamba yang telah diberikan pilihan itu. Dan Abu Bakar sendiri yang memberitahukan hal itu kepada kami. Selanjutnya Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: Sesungguhnya orang yang paling setia kepadaku baik dalam hartanya maupun dalam persahabatannya adalah Abu Bakar. Kalau saja aku boleh mengangkat seorang khalil (kekasih), niscaya aku akan memilih Abu Bakar sebagai Lanjutkan membaca
18
Mei
Oleh Abu Thalhah pada 17996377, Salaf. 10 Komentar
Nama dan Nasab Beliau Radhiallahu ‘Anhu
Nama Abu Bakar ash-Shiddiq yang sesungguhnya adalah Abdullah bin Abu Quhafah – Usman – bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr al-Quraisy at-Taimi. Bertemu nasabnya dengan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pada kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai, kakek yang keenam.
Dan ibunya adalah Ummu al-Khair binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Ayahnya diberi kuniyah (sebutan panggilan) Abu Quhafah.
Dan pada masa jahiliyyah Abu Bakar ash-Shiddiq dijuluki Atiq, karena wajahnya yang Lanjutkan membaca
12
Mei
Oleh Abu Thalhah pada Adab, Akhlak. Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh. Abu Musa Al-Atsari
Budaya Titip Salam
Budaya titip salam di Indonesia sudah sangat mendarah daging. Sering kita mendengar seseorang titip salam untuk temannya yang ada di negeri seberang, seorang sahabat titip salam untuk sahabatnya yang ada di luar kota, satu keluarga di kota titip salam untuk kerabatnya di desa, dst.
Budaya titip salam ini pun tidak hanya populer dikalangan remaja atau orang tua, bahkan tak jarang kita dapati bocah-bocah ikut meramaikannya. Hanya saja yang sangat disayangkan, banyak kalangan muda-mudi mengotori budaya mulia ini denga titip salam kepada lawan jenis yang belum halal baginya, baik berupa salam cinta atau salam perkenalan yang dapat berbuntut kepada hubungan yang diharamkan.
Titip Salam, Sunnahkah !? Lanjutkan membaca
9
Mei
Oleh Abu Thalhah pada Aqidah, Fiqih. 2 Komentar
Oleh : Abu Abdirrahman Hamzah Al Atsari
Adalah suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mentaati beliau dengan melaksanakan perintahnya serta menjauhi larangannya dan membenarkan berita yang dibawa beliau.Tanda bukti cinta kepada Allah dan Rasul-Nya adalah terus komitmen melaksanakan simbol – simbol islam dalam bentuk perintah, larangan, ucapan,keyakinan, maupun amalan.Diantaranya adalah membiarkan jenggot dan memendekkan pakaian sebatas mata kaki yang itu semua dilakukan karena taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengharapkan pahala-Nya.
PENGERTIAN ISBAL
Isbal adalah menurunkan pakaian di bawah mata kaki baik itu berupa celana ataupun sarung. Sedangkan pelakunya disebut Musbil.
LARANGAN BERBUAT ISBAL
Isbal adalah salah satu simbol kesombongan. Orang yang di dalam hatinya ada sifat sombong walaupun seberat biji dzarrah tidak akan masuk Lanjutkan membaca
26
Apr
Oleh Abu Thalhah pada Tahukah Anda, Tsaqofah. 1 Komentar
Penelitian terbaru Baylor College of Medicine, Houston, menyimpulkan bahwa permen karet dapat meningkatkan konsentrasi sehingga membantu siswa lebih memahami matematika.
Salah seorang peneliti, Craig Johnston, menjelaskan, siswa pengonsumsi permen karet selama pelajaran matematika mendapatkan nilai lebih baik daripada rata-rata di kelasnya.
“Untuk kali pertama kita bisa melihat bahwa siswa menjadi lebih cerdas ketika diperbolehkan mengunyah permen karet dalam kelas,” ujar Gil Leveille, direktur eksekutif Wrigley Science Institute, seperti dikutip Reuters kemarin (23/4).
Para peneliti Baylor mengambil sampel studi empat kelas matematika atau 108 siswa berusia antara 13-16 tahun. Objek penelitian mereka adalah Lanjutkan membaca
26
Apr
Oleh Abu Thalhah pada Aqidah. 34 Komentar
Mukadimah
Mencintai sahabat Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam secara tepat dan proposional adalah suatu tuntutan syar’i. Artinya cinta terhadap para sahabat Nabi Radhiallaahu anhum merupakan sunnah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam. Untuk merealisasikan cinta tersebut, maka kita perlu mengenal diri sahabat dan kedudukan mereka; Bagaimana penilaian Allah Ta’ala dan Rasul-Nya atas diri mereka; Bagaimanakah perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya sehubungan dengan sikap muslim terhadap sahabat. Dan bagaimana sikap sekelompok pihak yang mengatasnamakan Islam tetapi mencaci-maki sahabat, perlu kiranya diketengahkan di dalam tulisan yang singkat ini, insya Allah.
Siapa Sahabat itu Lanjutkan membaca
24
Apr
Oleh Abu Thalhah pada Kisah. Tinggalkan sebuah Komentar
Pada masa pemerintahan Bani Umayyah, Sa’id bin Zaid -salah seorang dari sepuluh orang yang diberitakan Rasulullah masuk surga- mengalami suatu kejadian yang membuat penduduk Yatsrib (Madinah) sejak dulu hingga kini masih memperbincangkan dan mengenangnya.
Yaitu kisah Arwa binti Uwais yang mengklaim bahwa Sa’id bin Zaid telah mencaplok sebagian dari tanahnya. Ia lantas menyebar-nyebarkan berita kepada setiap orang. Tak berapa lama, perkaranya sampai kepada Marwan bin al-Hakam, penguasa Madinah kala itu. lalu Marwan mengirim utusan agar mengatakan tentang hal itu kepada Sa’id. Maka, terbebanilah pikiran shahabat Rasulullah ini sembari berkata, “Mereka mengira akulah yang
menzhaliminya! Padahal aku telah mendengar Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam bersabda (artinya), ‘Barangsiapa mencaplok sebidang tanah secara zhalim, maka dia akan dihimpit (dikalungkan) dari tujuh lapis bumi pada hari Kiamat.’ (HR.Muslim).
Ya Allah, sesungguhnya dia mengklaim bahwa Lanjutkan membaca
24
Apr
Oleh Abu Thalhah pada Tsaqofah. 1 Komentar
1. Jual beli yang menyita waktu ibadah
Dalam hal ini si pedagang waktunya habis untuk berjualan dan membeli barang dagangan (kulak). Sehingga terlambat dalam menunaikan shalat berjamaah di masjid, atau menunaikan-nya di akhir waktu dan tak jarang sampai kehilangan waktu shalat. Allah telah berfirman: ” Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al jumuah:9).
Juga firmanNya yang lain, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari meng-ingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi”. (QS: Almunafiqun: 9)
Perhatikan firmanNya: “Maka mereka itulah orang-orang yang rugi”, disini Allah menghukumi mereka dengan “kerugian” walau secara lahirnya menangguk keuntungan dan laba yang banyak. Hal ini disebabkan harta dan anak-anaknya yang banyak tidak akan bisa menggantikan waktu shalat dan dzikrullah yang ia tinggalkan, dan inilah kerugian yang sebenarnya. Keuntungan bagi seorang muslim hanyalah jika dapat mengumpulkan dua kebaikan, yakni mencari rizki dan beribadah, artinya berjual beli pada waktunya, dan ketika datang waktu shalat ia menunaikan pada waktunya.
Perdagangan itu ada dua macam, dunia dan akhirat. Perdagangan dunia dengan harta dan kerja, sedang perdagangan akhirat dengan amal ibadah yang shaleh.
Firman Allah QS: As Shaf 10:11
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya.”
Inilah perdagangan yang Lanjutkan membaca
10
Apr
Oleh Abu Thalhah pada Info. 1 Komentar
30
Mar
Oleh Abu Thalhah pada Keluarga, Tahukah Anda, Tsaqofah. Tinggalkan sebuah Komentar
Enam Kebutuhan Primer Cinta Wanita dan Enam Kebutuhan Primer Cinta Pria
Kebanyakan kebutuhan emosional kita yang kompleks dapat diringkas
sebagai kebutuhan akan cinta. Kaum pria dan wanita masing-masing mempunyai enam kebutuhan cinta yang khas dan sama-sama penting. Kaum pria terutama membutuhkan kepercayaan, peneriimaan, penghargaan, pujian, persetujuan dan dorongan. Kaum wanita terutama membutuhkan rasa sayang, pengertian,rasa hormat, perhatian, penegasan dan jaminan. Tugas besar untuk memikirkan apa yang dibutuhkan pasangan kita dapat sangat disederhanakan melalui pemahaman tentang kedua belas cinta yang berbeda itu.
Dengan meninjau daftar ini, Anda dengan mudah dapat melihat mengapa pasangan Anda merasa tidak dicintai. Dan yang paling penting, daftar ini dapat Lanjutkan membaca
Komentar Terakhir