Memadu Kasih di Hari Valentine

Saling memberi kado, saling memberi coklat dan hadiah, fenomena semacam inilah yang akan kita saksikan pada hari Valentine (14 Februari) dan hari ini pun disebut dengan hari kasih sayang

Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Pada masa kini, hari raya ini berkembang bukan hanya para orang yang memadu kasih, tapi pada sahabat dan teman dekat. Namun mayoritas yang merayakannya adalah orang yang sedang jatuh cinta. Ini pun dianut saat ini dan semakin meluas di kalangan muda-mudi di negeri ini. Ketika hari tersebut ada yang memberikan coklat kepada kekasihnya atau kado spesial lainnya.

Selaku umat Islam, tentu saja kita mesti menilik ulang perayaan tersebut. Ada beberapa tinjauan dalam perayaan tersebut yang bisa dikritisi. Di antaranya adalah tentang memadu kasih lewat pacaran dan hukum merayakan valentine serta memberikan hadiah ketika itu. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kami untuk membahasnya. Baca lebih lanjut

Doa Apabila Tertimpa Musibah

Waspada Virus Valentine

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wasallam adalah manusia yang penuh dengan kasih sayang dan mengajarkan kasih sayang.

Valentine’s Day adalah perayaan resmi Nasrani dan ummat Islam dilarang ikut-ikutan merayakan, ini adalah wilayah aqidah yang kita harus tegas dan tidak mencampuradukkan antara hak dan batil.

Dalam The Catholic Encyclopedia, Vol. XV sub judul; Santo Valentino, diurai tentang sejarah Valentino. Sumber ini setidaknya menampilkan kisah Valentino dalam 3 versi. Inti dari semuanya adalah bahwasanya hari Valentine adalah untuk mengenang Pendeta St. Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 269 / 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya.
Baca lebih lanjut

Download Nasyid Jihad “Sanakhudu” (Nasyid Perlawanan Ummat Islam)

  • Nasyid Sankhudu Versi Lama
  • DOWNLOAD MP3 DI SINI.
    Format MP3 (1.58 MB) dengan durasi putar 4 menit 36 detik.

  • Nasyid Sankhudu Versi Baru
  • DOWNLOAD MP3 DI SINI.
    Format MP3 (1.57 MB) dengan durasi putar 2 menit 17 detik.

    Terjemahan Lirik Naysid:
    Kita akan terus melawan mereka
    Kita akan pergi sebagai kelompok untuk menghentikan mereka
    Kita akan mengembalikan hak (wilayah) kita yang terbunuh
    Dengan semua kekuatan kita akan mendorong mereka keluar

    Kita akan terus melawan mereka
    Kita akan pergi sebagai kelompok untuk menghentikan mereka
    Kita akan mengembalikan hak (wilayah) kita yang terbunuh
    Dengan semua kekuatan kita akan mendorong mereka keluar
    Dengan semua kekuatan kita akan mendorong mereka keluar
    Baca lebih lanjut

    Coming Soon…!!! Seminar Internasional “Waspadai Bahaya Virus Sepilis”

    Tips Meredam Marah

    abuthalhah.wordpress.com – Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, barangkali darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat.

    Cara-cara meredam atau mengendalikan kemarahan:

    1. Membaca Ta’awwudz.
    Rasulullah bersabda Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A’uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk (H.R. Bukhari Muslim).

    2. Berwudlu.
    Rasulullah bersabda Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah (H.R. Abud Dawud).
    Baca lebih lanjut

    Pengajian Umum “Syarah Hadits Ghuraba” – Ust Muhammad Yusran Anshar, Lc

    Mencari Sosok Pejuang Islam Sejati (Sepenggal Pelajaran Dari Surat At Taubah: 92

    وَلاَ عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لاَ أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّواْ وَّأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلاَّ يَجِدُواْ مَا يُنفِقُونَ
    Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu, lalu mereka kembali, sedang mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan. (QS. At Taubah: 92)

    Mari kita renungkan, tentang perkara apakah ayat ini berbicara. Para ulama kita menyebutkan bahwa ayat ini bercerita tentang sebuah peperangan di musim paceklik. Sebagian para sahabat mendatangi Rasulullah meminta untuk diikutsertakan dalam peperangan itu. Diantara mereka adalah Ulbah ibn Zaid dan beberapa sahabat Anshar (dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa jumlah mereka 7 orang). Mereka datang untuk mendaftarkan dirinya ikut dalam peperangan demi mendapatkan keridhoan Allah. Mengorbankan jiwa di jalan Allah. Lalu Rasulullah menyampaikan bahwa Beliau tidak bisa mengikutsertakan mereka dalam peperangan itu dikarenakan sedikitnya perbekalan, persenjataan dan kendaraan.

    Singkat cerita, mereka terpaksa berbalik. Apa yang terjadi pada mereka? Baca lebih lanjut

    Hadirilah…!!! Kajian Kitab Rutin, Penjelasan Kitab Hadits Al-Lu’lu Wal Marjan (Ensiklopedi Hadits-Hadits Shahih yang Disepakati oleh Bukhari & Muslim)