Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah membimbingmu ke atas Siratal Mustaqim.
Bahwasanya orang-orang orientalis dan orang-orang syiah berusaha untuk merusak aqidah umat Islam. Mereka mencela, menuduh pengkhianat, bahkan kafir terhadap para Sahabat – murid-murid Rasululllah shallallahu waalaihi wa sallam.
Mereka membungkus kejahatan mereka dengan kata-kata yang indah, dengan memberikan tinjauan-tinjauan politik, ekonomi, sosial budaya terhadap Sejarah Islam, tetapi pada ujungnya mereka mencela para Sahabat.
Mengapa mereka mencela para Sahabat ?
Karena dengan mencela para sahabat mereka bermaksud untuk membatalkan Al-Quran dan Al-Hadits, karena lewat para Sahabatlah kita mengetahui Al-Quran dan Al-Hadits dan itulah tujuan mereka.
Mencela para Sahabat dengan tuduhan pendusta, pengkhianat, bahkan kafir berarti juga menuduh dakwah Rasulullah gagal. Mencela para Sahabat berarti juga mencela Rasulullah. Misalkan, jika dikatakan bahwa teman-teman akrabnya si Fulan itu: tukang mabok, pencopet, perampok, suka pergi ke tempat pelacuran, apa yang kalian simpulkan tentang si Fulan. Tentu kalian akan mengatakan bahwa si Fulan kurang lebih sama dengan teman-temannya itu.
Lewat pintu inilah (mencela para Sahabat Nabi) orang-orang orientalis dan syiah berusaha merusak aqidah umat Islam. Syiah itu seperti serigala berbulu domba, mereka mengaku sebagai umat Islam, tetapi mereka sesungguhnya akan menikam aqidah kalian-wahai saudaraku, hati-hatilah !
Tulisan singkat ini berusaha untuk menutup pintu yang biasanya digunakan masuk oleh srigala-srigala berbulu domba dan kemudian akan merusak aqidah umat Islam. Bila ingin rinci, bacalah kitab-kitab para ulama ahli hadits yang mengupas masalah seperti ini. Tulisan ini merupakan pembelaan bagi para Sahabat.
I. PARA SAHABAT ADALAH SEBAIK-BAIK UMAT
Allah taala menyatakan bahwa para sahabat merupakan sebaik-baik umat, Allah taala berfirman [artinya]: Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.(Ali-Imran:110)
Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda: Sebaik-baik manusia adalah pada generasiku (sahabat), kemudian setelahnya (tabiin) kemudian setelahnya (tabiut tabiin) (HR. Bukhari & Muslim dan lainnya)
Apabila ada orang sesat yang menuduh para sahabat nabi sebagai sejahat-jahat umat-sebagai pengkhianat, siapa yang akan kalian benarkan, apakah ucapan Allah dan Rasul-Nya atau orang-orang sesat tersebut wahai orang-orang yang berakal ?
II. PERSAKSIAN AL-QURAN BAHWA PARA SAHABAT BERIMAN DENGAN SEBENAR-BENARNYA
Sungguh, Allah taala telah bersaksi bahwa para sahabat Nabi, baik dari Muhajirin maupun Anshar bahwa mereka adalah mumin yang haqiqi. Allah berfirman [artinya]: Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia. (Al-Anfaal:74)
III. PARA SAHABAT TELAH DI RIDHAI OLEH ALLAH TAALA
Allah telah meridhai para sahabat, dan menjanjikan begi mereka Sorga, Allah berfirman [artinya]: Dan orang-orang yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (At-Taubah:100)
IV. KEKAFIRAN MERUPAKAN HAL YANG SANGAT JAUH BAGI PARA SAHABAT
Allah telah membimbing para Sahabat untuk mencintai keimanan dan membenci kekafiran, Allah berfirman: Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, (Al-Hujurat:7)
Adalah sangat menggelikan mendengar gonggongan serigala-serigala berbulu domba, yang mereka menuduh para Sahabat kemudian murtad sepeninggal Rasulullah. Padahal Allah telah menjadikan para Sahabat mencintai keimanan dan membenci kekafiran, Allah juga telah menjanjikan Surga bagi Muhajirin dan Anshar. Apakah mungkin Allah menjanjikan sorga kepada orang-orang yang murtad ?. Berita gembira bahwa para sahabat akan memperoleh sorga membuktikan bahwa para sahabat terbebas dari kemunafikan.
V. ALLAH TELAH MENJADIKAN SAHABAT SEBAGAI KHALIFAH DAN BUKTI-BUKTINYA.
Sungguh, Allah telah berjanji akan menjadikan khalifah (penguasa) bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, Allah berfirman [artinya]: Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa (An-Nur:55).
Pada masa kekhalifahan khulafaur Rasyidin wilayah umat Islam meluas sampai ke Persia, Bashra, Damaskus, Mesir, Rumawi, Konstantinopel (sekarang Ankara Turki), Maroko, Cyprus, Cina, Iraq, Khurasan, Ahwaz dan negeri-negeri lainnya.
Kenyataan sejarah ini sebagai bukti bahwa para Sahabat merupakan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh.
VI. PARA SAHABAT TIDAK MENGUBAH SEDIKITPUN DIEN DAN SYARIAT.
Allah juga menjamin bahwa para Sahabat tidak akan merubah sedikitpun dien (agama) dan syariat yang mereka terima dari Rasulullah shallallahualaihi wa sallam, Allah berfirman [artinya]: Di antara orang-orang mumin itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur.Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merobah (janjinya) (Al-Ahzab:23)
VII. SAHABAT BUKAN MUNAFIQ DAN MUNAFIQ BUKAN SAHABAT
Munafiq pada masa Rasulullah tidaklah banyak dan mereka jelas ciri-cirinya. Kaum Mukminin mengetahui orang-orang munafiq dari Al-Quran, Al-Quran menerangkan bahwa bahwa kaum munafiq akan mengatakan demikian-demikian. Allah juga telah menyingkap keadaan munafiqin. Dalil tentang hal ini akan terlalu banyak untuk disebutkan disini.
Definisi Sahabat Nabi adalah orang yang bertemu Nabi dalam keadaan iman dan meninggal dalam keadaan iman.
VIII. PARA SAHABAT BUKANLAH MALAIKAT DAN BUKAN PULA NABI, SEHINGGA TIDAK MASUM
Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah membimbingmu ke atas Siratal Mustaqim.
Para Sahabat itu bukanlah malaikat dan bukan pula Nabi, sehingga tidak terbebas dari kesalahan, namun Allah telah menjanjikan ampunan bagi mereka. Sehingga tidak pantas bagi kita mengorek-ngorek kesalahan-kesalahan mereka, misalnya dengan membahas perselisihan diantara mereka dan kemudian sebagian sahabat dicela.
Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah membimbingmu ke atas Siratal Mustaqim.
Sahabat itu mujtahidin, sehingga bila ijtihadnya keliru mereka mendapat satu pahala dan jika benar mendapat 2 pahala.
Allah taala berfirman [artinya]: Itu adalah umat yang telah lalu, baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan (Al-Baqarah:141)
Para Sahabat telah pergi dengan membawa keridhaan Rabb, dijanjikan sorga, diampuni kesalahannya dan keutamaan-keutamaan lainnya. Pantaskah kita mengorek-ngorek kesalahan mereka ?.
Beramalah untuk bekal kalian menghadap Rabbul Alamin !
IX. HUKUM ORANG YANG MENCACI PARA SAHABAT DENGAN MENUDUHNYA KAFIR, MURTAD DAN FASIQ SEMUANYA ATAU SEBAGIANNYA.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menerangkan: Adapun orang yang melampaui masalah itu, hingga menyangka bahwa para sahabat itu murtad sepeninggal Rasulullah shallallahualaihi wa sallam kecuali hanya beberapa orang saja yang tidak sampai sepuluh orang, atau menganggap para Sahabat pada umumnya fasiq, maka yang demikian itu tidak diragukan kekafirannya, karena dengan demikian dia telah mengkufuri banyak ayat-ayat Al-Quran yang menyatakan karidhaan dan pujian Allah kepada mereka. Bahkan barangsiapa yang meragukan kekafirannya, berarti dia kafir dengan kafir yang sebenar-benarnya kafir… kemudian beliau menyatakan: Dan kekafiran yang demikian ini adalah perkara yang sudah diketahui dengan pasti dari agama Islam. (As-Sharimul Maslul)
Imam Malik berpendapat kafir terhadap orang-orang yang membenci para Sahabat berdasarkan Surat Al-Fath ayat 29 yang menerangkan keadaan para Sahabat: Agar Allah menjengkelkan orang-orang kafir dengan keadaan mereka seperti itu. Pengertian seperti ini juga disepakati oleh Imam Syafii dan lainya. (As-Shawaiqul Muhriqah, Tafsir Ibnu Katsier, As-Sunnah karya Al-Khallal)
Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga, dan para Sahabatnya.
Allahu taala alam. Akhiru dawana wal hamdulillahirabbil alamin.
Sumber: Perpustakaan Islam









Mudah2 an kita dilindungi oleh Allah dari akidah syi’ah rofidhoh yang sesat dan menyesatkan.. Amin…
Berhentilah mengelabui ummat atas nama Islam……
Saya sudah membuktikan bahwa klaim anda sebagai jalan lurus adalah dusta belaka….
apa yg sudah anda buktikan? justru bertobatlah anda dr keyakinan rofidhoh, supaya mati anda tenang, tidak mewarisi dendam & kebencian musuh2 Islam yg telah dikalahkan pada masa lalu.. yaitu si Ibnu Saba’ Al-Yahudi dan orang Majusi Persia..
Aku berlindung kepada allah dari syia rofidoh.
Membendung makar Nashibi – membela Rasul saww dan keluarganya.
mencela sahabat= membatalkan al-Quran dan al-Hadits?
apakah tidak sebaliknya justeru banyak sahabat yang berusaha merobah al-Quran dan menghilangkan al-Hadits?
Menyampaikan pada kami Musaddad dan Abu Bakar bin Abi Syaibah, mereka berkata menyampaikan kepada mereka Yahya dari ‘Ubaidillah bin Akhnas dari Walid bin Abdullah bin Abi Mugits dari Yusuf bin Mahak dari Abdulllah bin ‘Amr, ia berkata, “Aku biasa menuliskan segala sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah saww karena aku ingin menghapalnya. Namun orang-orang Quraisy melarangku. Mereka berkata, “Adakah kamu menuliskan segala sesuatu yang kamu dengar dari Rasulullah, sementara ia adalah manusia biasa yang berbicara baik ketika marah dan rela?!. Maka akupun berhenti menuliskannya. (suatu ketika) Aku sampaikan hal tersebut kepada Rasulullah saww, maka beliau menunjuk ke mulutnya dengan telunjukknya dan bersabda, “ Tulislah, demi dzat yang diriku berada dalam genggaman-Nya, tidaklah keluar sesuatu darinya kecuali kebenaran.”(HR. Abu Daud dan Ahmad)
@yusuf
Kalo begitu silahkan anda tidak mempercayai Al-Qur’an yang ada sekarang, karena Al-Qur’an tidak akan sampai ke tangan kita melainkan melalui mereka (para sahabat) terlebih dahulu.
@imem
Saya mau percaya atau tidak, itu urusan saya. Pakai mempersilakan segala. Sombong sekali. Emang al-Quran punya embahmu apa?!!
Saya percaya al-Quran otentik. Sementara sebagian sahabat mempercayai tidak otentik. Terus imam Malik juga percaya bahwa al-Quran sekarang tidak otentik….
nah elu main mempersilakan untuk tidak percaya al-Quran, karena saya percaya ada sahabat yang mau merobah al-Quran dan menghilangkan hadits….. Mikir lu…. enak aja mempersilakan… najis lu!
Admin : Tuduhan kalian yang penuh nafsu syaitan yang tidak terbukti.
lha ente sendiri ngapain di sini?? wuakakakak…
Admin: Keji betul tuduhan anda. Wahai saudarku bertaubtlh dengan taubat nasuha, sengguh keji ucapan anda dengn mengatakan genk jenggot. Jenggot itu sunnh Rasulullah yang bertaraf wajib, semoga ini anda lakukan karena miskin ilmu tentang sunnah, tapi jika anda lakukan tapi anda mengetahui, saya takut anda dihukumi kafir setelah beriman karena telah memperolok-olok sunnah Rasulullah sebagaimana telah kami sebutkan sebelumnya. Banyak-banyaklah beristighfaar. Wallahu a’lam.
@Yusuf, komentar anda banyak yang sangat tidak sopan, anda sangat sombong dan angkuh, semoga Allah menghinakan anda.
Perkataan yang kotor biasanya keluar dari yang kotor juga.
Kalo sudah begitu, berarti si yusuf ini sudah ga punya hujjah lagi, pemahamannya terlihat kacau balau wuakakakak… saya maklum karena virus rofihoh sudah terlanjur terjangkit dg ganas…
Yang jelas jika ente tidak mengakui keadilan sahabat, berarti ente secara otomatis tidak mengakui keotentikan Al-Qur’an, dan itulah yang diyakini oleh syi’ah rofidhoh, yang mereka abadikan dalam kitab2 ulama mereka. tetapi orang2 syi’ah belakangan ini berusaha menolaknya dan mengatakan bahwa mereka mengakui keotentikan Al-Qur’an dan mendhaifkan riwayat2 yg ada di kitab2 mereka sendiri (dlm rangka Taqiyah agar tdk dimusuhi kaum muslimin). Tetapi kalo mereka masih tidak mengakui keadilan sahabat, bagaimana mungkin kita bisa percaya kalo mereka yakin akan keotentikan Al-Qur’an? sedangkan para sahabat lah yg mengumpulkan, mengkofikasi menjadi satu mushaf kemudian membakar mushaf-mushaf yang lain dan kemudian menyampaikannya kepada umat manusia hingga saat ini. Nah banyak kesempatan pada saat itu untuk merubah Al-Qur’an jika mereka mau, Nah kalo skrg ente Yusuf, meragukan keadilan sahabat bagaimana mungkin ente mengakui keotentikan Al-Qur’an? maka keyakinan ente akan keotentikan Al-Qur’an yang ada saat ini bisa kami terima jika ente mengakui juga keadilan para sahabat Rasul, kalo tidak, kami mengira ente sedang bertaqiyah dan sejatinya ente itu ga percaya akan keotentikan Al-Qur’an iya toh?
Ingat Al-Qur’an yang ada sekarang ini adalah mushaf Utsmani dan mushaf2 yang lain telah dibakar oleh khalifah Utsman pada saat itu untuk menyeragamkan dialek bahasa Al-Qur’an, Nah ente percaya ga keotentikan Al-Qur’an mushaf Utsmani ini? apakah ente mengakui keadilan Utsman bin Affan? jika tidak, maka sungguh patut diragukan ucapan ente di atas..
Mengenai riwayat yang ente sampaikan, itu adalah mengenai penulisan hadits, sebelumnya memang Rasulullah melarangnya karena beliau khawatir akan tercampur dengan Al-Qur’an, tetapi kemudian beliau membolehkannya.
@Pecinta Sunnah
Komentar saya tidak sopan? Sopan mana dengan mempersilahkan saya untuk tidak mempercayai al-Quran Ha? enak aja…..
@Imem
Tidak mempercayai keadilan semua sahabat, apakah serta merta tidak mempercaya al-Qur’an?
Ente emang siapa? bikin hukum otomatis….. menilai orang seenak udelmu…
Al-Quran itu terjaga…. mati-matian mau merobah juga g bisa…. emang kalau mereka merubah terus al-Quran bisa berubah? Aku percaya al-Quran itu otentik, dijaga oleh Allah walau sudah ada upaya untuk merobahnya, tapi tetap saja tidak bisa…
Saya percaya keotentikan al-Quran karena dijaga oleh Allah dan saya juga percaya tidak semua sahabat adil…. ni alasan saya…
“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki. ” QS al-Jum’ah 11.
@Yusuf, menurut anda siapa sih yang di maksud dengan sahabat Rasulullah??? Anda seakan-akan menginginkan sahabat rasulullah itu tidak pernah berbuat salah? Sahabat Rasulullah itu manusia biasa juga yg tdk luput dr kesalahan tidak seperti syiah yang beranggapan bahwa imam mereka ma’shum?? Anda selalu berputar-putar. Tolong tanggapi postingan diatas. Anda tdk bisa menjawab toh???
Toh dalam ayat itu allah menegur Sahabat Rasulullah. Nah anda sekarang tidak ditegur oleh Allah tp tunggu aja, hari pembalasan itu akan tiba, kesalahan dan pahala sekecil apapun akan diberi ganjaran oleh allah. Yusuf ….. Bertaubatlah.
Kalo memang anda punya argumen untuk membantah postingan di blog ini, bikin bantahannya lengkap dengan dalil dr Al Qur’an dan hadist(tp kayaknya anda sdh tdk ada pegangan hadits karena tdk percaya Sahabat Rasulullah). Jangan mebantah dengan nafsu, dalil yahh dibantah pake dalil yang sahi juga dong tentunya.
Ingat kita disini mencari kebenaran.
Mending kami percaya sahabat ketimbang anda yang
@Saudara Yusuf apakah anda masih shalat?? Trus gerakan2 dan bacaan shalat anda tau dalilnya dr mana?? jangan sampai anda juga tdk shalat karena yang menyampaikan dalilnya adalah para Sahabat Rasulullahm generasi terbaik dr ummat ini yang pernah ada.
@pecinta sunnah
Alhamdulillah, seingat saya, seumur hidup saya, dari mulai baligh sampai saat ini saya tidak pernah meninggalkan shalat. Saya bersyukur punya orang tua (alm.)yang mendidik saya sedemikian rupa, hingga saya tidak pernah meninggalkan shalat (jadi terharu nih…)
Dulu saya shalat berpedoman pada kitab Fiqih Sunnah (Sayyid Sabiq) sekarang pada kitab Fiqih Ja’fari.
Mudah-mudahan saya di akhirat digolongkan bersama mereka yang mencintai Sunnah Rasul Saww.
Kalau dilihat dari pernyataan antum “Sahabat Rasulullah itu manusia biasa juga yg tdk luput dr kesalahan.” kayaknya kita tidak berbeda dalam memandang sahabat.
syukron jazilan…
@yusuf
to the point aja, ente percaya ga dengan keadilan dan kejujuran Abu Bakar, Umar dan Utsman dan sahabat2 yang lain yang terlibat dalam pengumpulan, pengkodifikasian Al-Qur’an menjadi satu mushaf dan penyimpanan mushaf tersebut sebelum kemudian pada masa Utsman di salin dan disebarkan ke berbagai wilayah? karena Al-Qur’an yang ada sekarang ini adalah melalui proses di atas.
Jika ente yakin keotentikan Al-Qur’an (mushaf Utsmani), maka mau ga mau ente harus mengakui bahwa sahabat2 yang terlibat dalam proses di atas adalah orang2 yang jujur, adil dan tidak merubah Al-Qur’an, sehingga ente yakin bahwa Al-Qur’an yg ada saat ini (mushaf utsmani) adalah otentik. atau paling tidak Allah-lah yang memberi sifat kejujuran dan keadilan kepada mereka dan memilih mereka sebagai alat penjagaan Al-Qur’an.
ente tau Al-Qur’an dijaga oleh Allah darimana? dari ayat Al-Qur’an itu sendiri kan? maka keyakinan ente itu hanya sekedar keyakinan yang jika diuji tidak kuat dan lemah, maka jika ente yakin Alqur’an otentik tetapi tidak yakin keadilan dan kejujuran para pengumpul, pengkodifikasi dan penyimpan Al-Qur’an, maka keyakinan ente itu sangat lemah dan tidak sempurna karena ente berusaha meniadakan fakta yang begitu jelas dan masuk akal. Saya maklum, krn ente terdoktrin oleh rofidhoh sehingga ente berani menghilangkan aksioma yang begitu jelas dari keyakinan ente.
Admin : Maaf komentar anda kami hapus karena kami anggap tidak sopan. syukran.
Buat saya. Rasul Allah itu sangat memperhatikan al-Quran. Beliau juga memberikan penjelasannya.
Nah yang ada sekarang (mushaf usmani) hanya al-Quran tok, dan meninggalkan penjelasannya yang merupakan bagian dari wahyu juga. Ulah siapa ini?
@Yusuf, semoga Allah membukakan pintu hati anda untuk menerima kebenaran.
“Nah yang ada sekarang (mushaf usmani) hanya al-Quran tok, dan meninggalkan penjelasannya yang merupakan bagian dari wahyu juga. Ulah siapa ini?”
Maksud anda apa itu? Menurut anda siapa?
@Pecinta Sunnah
Amin… jazakallah khairan katsira atas do’anya. Begitu pula buat antum.
Al-Quran yang sekarang itu adalah al-Quran yang sama yang diturunkan Allah kepada Rasul saww.
Tampa penambahan atau pengurangan.
Kalau kita membaca sejarah, ada banyak versi. Pertama yang menyatakan bahwa al-Quran itu terpencar-pencar dan tampak kacau. Disinilah peran sahabat mengemuka dalam kodifikasinya. Namun demikian banyak sahabat yang percaya bahwa al-Quran sekarang tidak otentik, ini salah satu bukti kekacauannya. maka tidak heran bila pada generasi selanjutnya ada yang percaya al-Quran tidak otentik, salah satunya adalah imam malik.. Bagi saya hal ini mengindikasikan Rasul Saww kurang perhatian terhadap keberadaan al-Quran
Versi lain. Al-Quran terkumpul dan tersusun dengan sangat rapih beserta penjelasannya. Ini mengindikasikan bahwa Rasul saww sangat perhatian akan keberadaan dan keterjagaan al-Quran ini.
Dari dua versi ini, saya memilih versi kedua. karena itulah saya berpendapat bahwa al-Quran yang sekarang adalah otentik namun meninggalkan penjelasannya yang merupakan bagian dari wahyu juga.
Lantas siapa yang meningalkan penjelasannya? ya orang-orang yang berperan dalan kodifikasi tersebut dan meresmikannya seperti diceritakan dalam sejarah versi pertama.
syukron.
@pecinta sunnah
percuma kasih tau kepada org yg sdh terjangkit virus rofidhoh, sesuatu yg jelas gitu masih aja mungkir, apalagi hal2 yg rada-rada samar.. anda bener, do’ain aja dia ini semoga dapet hidayah..
He he he imem ngomong virus melulu. Ente kali yg udh kena virus Muawiyah (la atau ra ?). He he he…
sekalian si falseto/rizal juga, doa’in dia ini agar dapat hidayah juga… kasihan gw..
amin…insya allah falseto dan rizal jauh dari aliran ente (nawasib)
van rooklen said:
padahal kan Imam Ali, Imam Husein berjenggot semua.. kalo ga percaya lihat sendiri gambar-gambar para imam tsb yg sering dipampang di blog2 syi’ah… berarti van rooklen sedang ngata-ngatain para Imamnya sendiri bahwa mrk termasuk genk jenggot???… naudzubillah… bertobatlah ente,,, jgn biarkan mulut ente keluar kata2 asbun kyk gituch… or keep your mouth inside your pocket…
beda….
imam ane jenggotnya rapi ngikutin sunnah nabi !! keren…gak berantakan alias acak acakan asal jenggot kayak genk ente…..
kalo jenggot ente mah bukan jenggot sunnah nabi tapi jenggot sunnah hippies…heheheh
perhatiin deh, ente khan di saudi….sarangnya genk jenggot. ada gak yang jenggotnya enak di lihat kayak imam imam ane?? gak ada khan?? berantakan semua khan
btw…genk jenggot yang ane maksud kalian juga tau lah……genk mutowik boss…..
disini kelihatan jelas cara Wahabis ……step 1.. Ambil sepotong ceritanya 2. Belokan inti masalahnya 3. Bikin fatwa seenak jidatnya. 4. Ngerasa paling bener…….
Bismillah.
@silkur, mana buktinya kami ambil sepotong ceritanya??? Kalo memang ada kenapa anda tidak lanjutkan ceritanya??? Kalo membelokkan masalah, buktinya mana??? Bandingkan dengan syiah yang salah satu landasan agamanya adalah taqiyah (berdusta). Bikin fatwa seenak jidat??? Ahlussunnah tidak seperti itu. Buktikan??? Ngerasa paling benara ato syiah yang tdk mau menerima kebenaran???
seburuk-buruknya umat,adalah umat terakhir……….
sekarang saya mau tanya..
apa kapasitas anda untuk
mendebatkan al-quran dan sahabat…??
apakah anda sudah yakin dengan kapasitas anda…..?
lagian nulis artikel yang kontriversial begini sih……
bagaimana kalau masalah ini tembus ke dunia real…??
ntar bisa kaya di irak sana….
setiap hari bentrok antar syiah dengan sunni……..
kata rasul,,sekarang perang dengan hawa nafsu…
bukan perang antar golongan…..
ini indonesia,,budayanya saling menghormati…………..
@ admin
tuduhan saya bukanlah fitnah. tp kenyataan yang bicara. semua orang tahu kalau sudah pakai jenggot acak acakan 99% wahabi alias nashibi.
ente nih belajarnya kurang…..makanya cuma tahu nya jenggot sunnah. belum belajar bab berikutnya yakni jenggotnya mesti rapi, di rapiin baiknya hari rabu dsb. makanya gak karu karuan.
dan lagi juga sebenarnya ente yang lempar tuduhan ke ane. kapan ane bilang jenggot bukan sunnah? ane cuma bilang jenggot di jadiin kode buat genk wahabi/salafi ente. makanya genk ente sekarang terkenalnya dengan nama genk jenggot……
makanya ane bilang ente nih wahabi biangnya fitnah……
ane gak pernah bilang apa apa soal sunnah jenggot, malah ente puter omongan bilang ane ngerendahin sunnah nabi….
wuakakakak…. si van rooklen berusaha ngelesss… merasa takut juga dia karena kata2nya yg asbun itu bisa menghina para imam.. shg dia brusaha ngeles.. biar diampuni oleh para imam.. wuakakakak… makanya kalo ngetik itu jgn asbun.. gitu itu jdnya keliatan lucu… wuakakakak.. awas kualat loh…