Syahdan, seseorang masuk ke dalam sebuah masjid bukan pada waktu shalat. Maka, betapa kagumnya ia ketika menjumpai seorang anak kecil yang baru berumur sepuluh tahun sedang melaksanakan shalat dengan khusyuk. Lantas ia menunggunya hingga shalatnya selesai.
Setelah itu ia menghampirinya dan bertanya, “Nak, anak siapakah engkau ini?” Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian meneteskan airmata di pipinya dan kemudian mengangkat kepalanya seraya berkata, “Saya ini yatim piatu.”
Hati orang itu pun tersentuh dan iba. “Apakah engkau mau menjadi anakku?”, tanya orang itu dengan tulus.
Anak itu menjawab, “Apakah jika aku lapar engkau akan memberiku makan?” Orang itu menjawab, “Ya.” Anak itu bertanya lagi, “Apakah jika aku tidak punya pakaian, engkau akan memberiku pakaian?” Orang itu mengangguk dan mengatakan “Ya.” Anak itu bertanya lagi, “Apakah engkau akan mengobati dan menyembuhkaku bila sakit?” Orang itu menjawb, “Untuk yang itu, aku tidak sanggup, Nak.” Ia bertanya lagi, “Apakah engkau akan menghidupkanku bila aku mati?” Orang itu menggelengkan kepala, “Aku juga tak sanggup.”
Anak kecil itu berkata, “Kalau begitu, biarkan aku bergantung kepada Dzat yang menciptakanku. Dialah yang memberiku petunjuk, yang memberiku makan dan minum. Jika aku sakit, Dialah yang menyembuhkan. Dan Dia pula yang kelak akan mengampuni segala kesalahanku di Hari Perhitungan.”
Orang itu pun terdiam seribu bahasa, tak tahu harus berbuat apa. Lalu, dari bibirnya terdengar suara lirih, “Aku beriman kepada Allah. Barangsiapa tawakal kepadaNya, maka Dia akan mencukupinya.”
Diketik ulang dari buku La Tahzan for Muslimah.









Hmm…
Tp jaman sekarang sangat amat sedikit orang yang kualitas imannya seperti dalam cerita sampeyan
cerita itu sangat aneh krn anak yatim itu walaupun punya orang tua angkatkan masih bisa bersujud kepada allah apalagi orang tua angkatnya adalah orang yang beriman
Cerita Ini agak kurang bisa diterima dengan akal sehat.Logikanya saja,mana mungkin ada anak kecil berumur sepuluh tahun yang mengerti dan mendalami agama hingga seperti itu.Perkataan itu bukan seperti perkataan anak umur sepuluh tahun.Tapi cerita ini benar2penuh makna………….
Bismillah.
Hmmm….. Jangan melihat kebenaran dari siapa yang menyampaikan.
Kalo diragukan hanya karena di anak kecil, kayaknya kurang etis. Ingat Imam Bukhari diumur yang belasan tahun sudah mendebat ulama. Pada peristiwa difitnahnya Sahabiah Aisyah, Rasulullah meminta saran kepada Sahabat Beliau yang masih belasan tahun.
Coba anda baca buku biografi As Salafush Sholeh…