Makna Halal bin Halal


design_halal_logoSoal : Apakah arti Halal bil halal yg sering diucapkan oleh orang2 Islam diwaktu bersalaman di Hari Raya atau mengadakan acara2 yang dinamakan “Halal Bil Halal”..?

Apakah ada dikerjakan oleh Nabi dan sahabatnya..?

Jawab : Halal bil halal itu artinya, Halal dengan halal.

Menurut ahli bahasa Arab, sungguhpun “Halal Bil Halal” adalah dari kalimah Arab, tetapi susunannya bukanlah susunan bahasa Arab. Perkataan itu pertama kali digunakan oleh orang2 Islam di beberapa daerah di negeri ini, yg mereka katakan pada waktu bersalaman di Hari Raya. Maksudnya, sama-sama halal menghalalkan, yakni anda halalkan apa-apa yang sudah termakan oleh saya, dan begitu juga saya.. saya halalkan apa-apa yang sudah termakan oleh anda.

Seiring berjalannya waktu, maka dibuatlah acara2 dengan nama “Halal bil Halal”, yang bertujuan agar mempunyai makna lebih luas, sehingga dapat melibatkan orang lebih banyak lagi. Dan orang2 yang saling berhalalan dengan cara begitu, akan merasa lapang serta merasa tidak berhutang lagi.

Atau, adapula yang bermaaf-maafan pada Hari Raya, padahal mereka sudah bersetru jauh sebelum Hari Raya tiba, tetapi mereka malah menundanya dan menjadikan momen Hari Raya sebagai ajang bermaaf-maafan. Orang macam begini adalah tipikal manusia sombong… karena mereka merasa telah diberi pengetahuan, bahwa umurnya masih ada dan akan sampai saat Hari Raya tiba, sehingga merasa tidak perlu meminta ma’af atau mema’afkan dengan segera setelah melakukan kesalahan.

Didalam hal cara2 “Halal bil halal” begitu, sepintas memang ada baiknya, tetapi ada bahayanya pula, yaitu disangka oleh orang2 yang bodoh sebagai suatu cara agama, padahal bukan.

Nabi kita tidak pernah mengerjakan demikian, dan juga sahabat2 beliau. Bahkan Tabii’in dan Imam2 yang empat pun tidak pernah mengerjakan.

Orang yang memberi ampun kepada saudaranya memang baik, tetapi orang yang menghalalkan sesuatu dengan cara2 seperti itu, perlu fikir dahulu.

Bila pun mau dan dipandang baik, karena memang silaturakhmi itu adalah suatu hal yang sangat dianjurkan didalam Islam, maka alangkah lebih elok dan lebih mengena seandainya nama acara tersebut diganti saja dengan bahasa setempat, yang mempunyai makna kira2 seperti, “Silaturakhmi Keluarga Besar Bapak Anu…” atau “Ajang Silaturakhmi Karyawan PT.Anu…”, dan lain sebagainya.

Intinya, jangan sok memakai bahasa Arab, tetapi salah.. apalagi menganggap tradisi ini berasal dari agama, sehingga timbul anggapan bahwa, dengan mengadakan acara2 seperti ini, segala kesalahan antar sesama.. pupus sudah.

Mari kita biasakan diri untuk tidak memandang, bahwa hal2 yg berbau Arab sudah pasti baiknya. Tidak sahabatku..!. Jangan sampai di suatu hari nanti.. ada orang2 yg memakan kornet berbahan daging babi, tetapi karena kemasannya ditulis dengan huruf dan bahasa Arab, lantas mereka merasa aman dan mengkonsumsinya tanpa beban. Atau memang hal2 seperti itu sudah dan sedang terjadi ..?. Wallahu a’lam.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s