Benarkah Syiah Pengikut Al-Bait

19 10 2009


Apabila kita membaca atau berdialog dengan pengikut Mazhab Syi‘ah, mereka seringkali mengidentitikan diri mereka sebagai pengikut Mazhab Ahl al-Bait. Dakwaan ini akan kita kaji seterus ini.

RasulullahYang dimaksudkan dengan Ahl al-Bait Rasulullah.
Perkataan Ahl digunakan bagi seorang lelaki untuk merujuk kepada kabilahnya (عشيرته), orang-orangnya (ذو) dan kaum kerabatnya Contoh penggunaannya boleh dirujuk di dalam al-Qur’an:

Setelah Musa menyempurnakan tempoh kerjanya itu dan berjalan dengan isterinya (Ahl), ia melihat (dalam perjalanannya itu) api dari sebelah Gunung Tursina. (Ketika itu) berkatalah ia kepada isterinya (Ahl): “Berhentilah; sesungguhnya aku ada melihat api, semoga aku dapat membawa kepada kamu sesuatu berita dari situ, atau sepuntung dari api itu, supaya kamu dapat memanaskan diri.” [al-Qasas 28:29]

Perkataan Ahl al-Bait merujuk kepada keluarga bagi seseorang lelaki. Contohnya ialah ayat berikut berkenaan isteri Nabi Ibrahim ‘alaihi salam: Baca entri selengkapnya »





Astaga!!! Cucu Nabi Diperkosa???

12 10 2009

red-roseUmmu Kultsum, Cucu Nabi, putri Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra, apakah dia diperkosa? Apa yang sebenarnya terjadi? mungkinkah cucu Nabi diperkosa? Jika benar,siapa pelakunya? Mengapa bisa terjadi? Simak selengkapnya.

Barangkali pembaca kaget saat membaca judul di atas, namun kami beritahukan bahwa pernyataan ini bukan pernyataan kami, kami hanya menukil ucapan imam syiah sendiri, yaitu imam Abu Abdullah Ja’far As Shadiq, yang tercantum dalam kitab Al Kafi jilid 5 hal 346, yang mengomentari pernikahan Umar bin Khattab dengan Ummi Kultsum : ini adalah kemaluan kami yang dicuri dengan paksa.

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) فِي تَزْوِيجِ أُمِّ كُلْثُومٍ فَقَالَ إِنَّ ذَلِكَ فَرْجٌ غُصِبْنَاهُ .

Barangkali Imam Ja’far As Shadiq tidak menyadari, bahwa tokoh utama yang memuluskan peristiwa perampasan ini adalah Ali bin Abi Thalib, karena jika Ali menolak menikahkan Ummu Kultsum dengan Umar, peristiwa ini tidak perlu terjadi, dan Imam Ja’far tidak perlu mengucapkan sabdanya di atas.

Mencuri dengan paksa di sini adalah Baca entri selengkapnya »





SMS Beredar Tentang Gempa dan Ayat

8 10 2009

kubahTerjadinya gempa di Sumatra menimbulkan peristiwa-peristiwa yang mengiringinya. Di antaranya beredar SMS (pesan singkat lewat telepon seluler) yang tampaknya beredar luas, karena ada yang sampai bertanya ke radio da’wah. Dalam pembicaraan di masyarakat pun beredar.

Isi SMS:

Asslmu’lkm.SUBHANALLAH. Gempa 1 di Padang tjd pd pkul 17:16. gempa 2 pukul 17:58 dan gempa 3 pukul 08:52 segera lihat AL QUR’AN, cocokan no surat & ayat di atas.

Dari +62853290033xx, 04-10-2009, 21.26

Kalau mendapat SMS seperti itu, perlu diingatkan:

Cara melihat Al-Qur’an, memahaminya, mentadaburinya tidak dengan cara seperti itu. Itu cara dukun ramal yang mencocok-cocokkan saja. Kebetulan dianggap pas,tetapi malah jadi fitnah baru. Karena membuat metode dukun diangkat ke Islam. Maka jangan dilakukan ya!

Ummat Islam hendaknya berhati-hati ketika berbicara mengenai agama, Al-Qur’an, As-Sunnah, Aqidah –Tauhid, Fiqih – hukum-hukum Islam dan hal-hal yang Baca entri selengkapnya »





Menimbang Ajaran Syiah 1

31 07 2009

imam-aliTentang Ahlul Bait
1. Syi’ah meyakini bahwa Ali Radiyallahu Anhu adalah imam yang ma’shum, lalu kami jumpai—menurut pengakuan mereka—bahwa ia menikahkan putrinya, Ummu Kultum, saudara perempuan sekandung al-Haan dan al-Husain, dengan Umar bin al-Khatthab Radiyallahu Anhu.1) Ini berkonsekwensi salah satu dari dua hal bagi yi’ah yang paling manis dari keduanya terasa pahit, yaitu:
Pertama, Ali Radiyallahu Anhu tidak ma’shum, karena menikahkan putrinya dengan orang kafir (menurut keyakinan mereka, yaitu Umar Radiyallahu Anhu,ed.). ini bertentangan dengan dasar-daar madzhab, bahkan ini berkonsekweni bahwa para imam selainnya tidak ma’shum pula.
Kedua, Umar Radiyallahu Anhu adalah Muslim. Ali Radiyallahu Anhu ridha menjadikan sebagai menantu. Ini adalah dua jawaban yang haru dipilih.

2. Syi’ah menyangka, Abu Bakar dan Umar Radiyallahu Anhu adalah kafir. Lalu kami dapati Ali, seorang imam yang ma’shum menurut Syi’ah, telah ridha dengan kekhalifahan keduanya, membaiat masing-masing dari keduaanya, dan tidak memberontak terhadap keduanya. Ini konsekwensi bahwa Ali tidak ma’shum, karena Baca entri selengkapnya »





Keluarga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

29 07 2009

pertalian
* Majalah Qiblati Edisi Khusus Haji dan Majalah Qiblati Edisi 3 Volume 4





Antara Yahudi dan Syi’ah

20 07 2009

3330661588_b191fa8232Prakarsa Seorang Yahudi Menelurkan Syiah
Orang-orang Yahudi adalah yang pertama kali menebarkan racun di dalam agama Islam untuk memalingkan
putra-putra Islam dari agama dan akidah yang lurus. Dan adalah Abdullah bin Saba’ seorang Yahudi gembong munafik yang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislaman. Dia geram melihat Islam tersiar dan tersebar di jazirah Arab, di Imperium Romawi, negeri-negeri Persia sampai ke Afrika dan masuk jauh di Asia, bahkan sampai berkibar di perbatasan-perbatasan Eropa.

Ibnu Saba’ ingin menghadang langkah Islam supaya tidak mendunia. Karenanya, ia merencanakan makar bersama Yahudi San’a (Yaman) untuk mengacaukan Islam dan ummatnya. Mereka menyebarkan orang-orangnya termasuk Ibnu Saba’ sendiri ke berbagai wilayah Islam, termasuk ibukota Khalifah, Madinah. Mereka mulai menyulut fitnah dengan memprovokasi orang-orang lugu dan berhati sakit untuk menentang Khalifah Utsman t. Pada waktu itu juga mereka memperlihatkan rasa cinta kepada Baca entri selengkapnya »





Awas Syi’ah Mengancam Kita!

24 06 2009

apiMayoritas kaum muslimin menilai bahwa menentukan sikap terhadap Syi’ah adalah sesuatu yang sulit dan membingungkan. Kesulitan ini terpulang kepada banyak hal. Di antaranya karena kurangnya informasi tentang Syi’ah. Syi’ah menurut mayoritas kaum muslimin adalah eksistensi yang tidak jelas. Tidak diketahui apa hakikatnya, bagaimana ia berkembang, tidak melihat bagaimana masa lalunya, dan tidak dapat diprediksi bagaimana di kemudian hari. Berangkat dari sini, sangat banyak di antara kaum muslimin yang meyakini Syi’ah tak lain hanyalah salah satu mazhab Islam, seperti mazhab Syafi’i, Maliki dan sejenisnya.

Ia tidak memandang bahwa perbedaan antara Sunnah dan Syi’ah bukan pada masalah furu’ (parsial) saja, akan tetapi banyak juga menyinggung masalah ushul (fundamental).

Hal lain yang menyulitkan untuk menentukan sikap terhadap Syi’ah adalah; bahwa mayoritas kaum muslimin tidak bersikap realistis dan praktis. Mereka sekedar berangan-angan dan berharap tanpa mengkaji…

Dengan bahasa yang sok logis, sebagian kaum muslimin mengatakan: “Lho, mengapa harus terjadi perselisihan? Ayolah kita duduk bersama dan melupakan perselisihan di antara kita… yang Sunni meletakkan tangannya di atas yang Syi’i dan berjalan sama-sama. Toh kita semua juga beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan hari kiamat?”

Orang ini lalai bahwa masalah yang sesungguhnya jauh lebih rumit dari ini…

Sebagai contoh, orang yang Baca entri selengkapnya »





Membendung makar syiah – Membela Sahabat Nabi shallallahualaihi wa sallam

24 06 2009

kilafahKetahuilah wahai saudaraku, semoga Allah membimbingmu ke atas Siratal Mustaqim.
Bahwasanya orang-orang orientalis dan orang-orang syiah berusaha untuk merusak aqidah umat Islam. Mereka mencela, menuduh pengkhianat, bahkan kafir terhadap para Sahabat – murid-murid Rasululllah shallallahu waalaihi wa sallam.

Mereka membungkus kejahatan mereka dengan kata-kata yang indah, dengan memberikan tinjauan-tinjauan politik, ekonomi, sosial budaya terhadap Sejarah Islam, tetapi pada ujungnya mereka mencela para Sahabat.

Mengapa mereka mencela para Sahabat ? Baca entri selengkapnya »