Benarkah Syiah Pengikut Al-Bait

19 10 2009


Apabila kita membaca atau berdialog dengan pengikut Mazhab Syi‘ah, mereka seringkali mengidentitikan diri mereka sebagai pengikut Mazhab Ahl al-Bait. Dakwaan ini akan kita kaji seterus ini.

RasulullahYang dimaksudkan dengan Ahl al-Bait Rasulullah.
Perkataan Ahl digunakan bagi seorang lelaki untuk merujuk kepada kabilahnya (عشيرته), orang-orangnya (ذو) dan kaum kerabatnya Contoh penggunaannya boleh dirujuk di dalam al-Qur’an:

Setelah Musa menyempurnakan tempoh kerjanya itu dan berjalan dengan isterinya (Ahl), ia melihat (dalam perjalanannya itu) api dari sebelah Gunung Tursina. (Ketika itu) berkatalah ia kepada isterinya (Ahl): “Berhentilah; sesungguhnya aku ada melihat api, semoga aku dapat membawa kepada kamu sesuatu berita dari situ, atau sepuntung dari api itu, supaya kamu dapat memanaskan diri.” [al-Qasas 28:29]

Perkataan Ahl al-Bait merujuk kepada keluarga bagi seseorang lelaki. Contohnya ialah ayat berikut berkenaan isteri Nabi Ibrahim ‘alaihi salam: Baca entri selengkapnya »





Awas Syi’ah Mengancam Kita!

24 06 2009

apiMayoritas kaum muslimin menilai bahwa menentukan sikap terhadap Syi’ah adalah sesuatu yang sulit dan membingungkan. Kesulitan ini terpulang kepada banyak hal. Di antaranya karena kurangnya informasi tentang Syi’ah. Syi’ah menurut mayoritas kaum muslimin adalah eksistensi yang tidak jelas. Tidak diketahui apa hakikatnya, bagaimana ia berkembang, tidak melihat bagaimana masa lalunya, dan tidak dapat diprediksi bagaimana di kemudian hari. Berangkat dari sini, sangat banyak di antara kaum muslimin yang meyakini Syi’ah tak lain hanyalah salah satu mazhab Islam, seperti mazhab Syafi’i, Maliki dan sejenisnya.

Ia tidak memandang bahwa perbedaan antara Sunnah dan Syi’ah bukan pada masalah furu’ (parsial) saja, akan tetapi banyak juga menyinggung masalah ushul (fundamental).

Hal lain yang menyulitkan untuk menentukan sikap terhadap Syi’ah adalah; bahwa mayoritas kaum muslimin tidak bersikap realistis dan praktis. Mereka sekedar berangan-angan dan berharap tanpa mengkaji…

Dengan bahasa yang sok logis, sebagian kaum muslimin mengatakan: “Lho, mengapa harus terjadi perselisihan? Ayolah kita duduk bersama dan melupakan perselisihan di antara kita… yang Sunni meletakkan tangannya di atas yang Syi’i dan berjalan sama-sama. Toh kita semua juga beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan hari kiamat?”

Orang ini lalai bahwa masalah yang sesungguhnya jauh lebih rumit dari ini…

Sebagai contoh, orang yang Baca entri selengkapnya »





Membendung makar syiah – Membela Sahabat Nabi shallallahualaihi wa sallam

24 06 2009

kilafahKetahuilah wahai saudaraku, semoga Allah membimbingmu ke atas Siratal Mustaqim.
Bahwasanya orang-orang orientalis dan orang-orang syiah berusaha untuk merusak aqidah umat Islam. Mereka mencela, menuduh pengkhianat, bahkan kafir terhadap para Sahabat – murid-murid Rasululllah shallallahu waalaihi wa sallam.

Mereka membungkus kejahatan mereka dengan kata-kata yang indah, dengan memberikan tinjauan-tinjauan politik, ekonomi, sosial budaya terhadap Sejarah Islam, tetapi pada ujungnya mereka mencela para Sahabat.

Mengapa mereka mencela para Sahabat ? Baca entri selengkapnya »





Syi’ah sangat berbeda dengan Sunni.

30 06 2008

Penulis: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al-Atsari

Serupa tapi tak sama. Barangkali ungkapan ini tepat untuk menggambarkan Islam dan kelompok Syi’ah. Secara fisik, memang sulit dibedakan antara penganut Islam dengan Syi’ah. Namun jika ditelusuri -terutama dari sisi aqidah- perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga, tidak mungkin disatukan.

Apa Itu Syi’ah?
Syi’ah menurut etimologi bahasa Arab bermakna: pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna: Setiap kaum yang berkumpul di atas suatu perkara. (Tahdzibul Lughah, 3/61, karya Azhari dan Tajul Arus, 5/405, karya Az-Zabidi. Dinukil dari kitab Firaq Mu’ashirah, 1/31, karya Dr. Ghalib bin ‘Ali Al-Awaji)

Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama dari seluruh shahabat dan lebih berhak untuk memegang Baca entri selengkapnya »





FATWA MUI LEBIH DARI SEKALI

12 06 2008

KE I

Majelis Ulama Indonesia dalam Musyawarah Nasional II tanggal 11-17 Rajab
1400 H/26 Mei – 1 Juni 1980 M. di Jakarta memfatwakan tentang jama’al
Ahmadiyah sebagai berikut :

Sesuai dengan data dan fakta yang diketemukan dalain 9 (sembilan) buah
buku tentang Ahmadiyah, Majelis Ulama Indonesia memfatwakan bahwa Ahmadiyah
adalah jama’ah *di luar Islam, sesat dan menyesatkan.*
1. Dalam menghadapi persoalan Ahmadiyah hendaknya Majelis Ulama
Indonesia selalu berhubungan dengan Pernerintah. Kemudian Rapat Kerja
Nasional bulan 1- 4 Jumadil Akhir 1404 H./4 – 7 Maret 1984 M.,
merekomendasikan tentang jama’ah Ahamdiyah tersebut sebagai : berikut :
2. Bahwa Jemaat Ahmadiyah di wilayah Negara Republik Indonesia
berstatur sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Kehakiman
RI No. JA/23/13 tanggal 13-3-1953 (Tambahan Berita Negara:
tangga131-3-1953
No. 26), bagi ummat Islam menimbulkan : Baca entri selengkapnya »





PERSATUAN ISLAM DAN AHMADIYAH

12 06 2008

Tahun 1930-an, Tuan Hassan melakukan perdebatan dengan tokoh Ahmadiyah
Indonesia ketika itu, Abubakar Ayyub. Sejak awal memang Persis menetang
Ahmadiyah, sebab ajarannya menyeleweng dari ajaran Islam. Penyelewengannya
yang terutama adalah pengakuannya terhadap Murza Gulam Ahmad sebagai nabi
setelah Nabi Muhammad Saw, dan mengaku adanya kitab suci setelah Al-Quran,
yaitu Tadzkirah yang diturunkan kepada Murza Gulam Ahmad. Inilah
penyelewengan yang sangat fatal. Bila mengaku ada nabi lagi setelah Nabi
Muhammad Saw dan ada kitab suci setelah Al-Quran, kelompok itu jelas keluar
dari Islam, tidak termasuk golongan muslim.

Dalam buku “Riwayat Hidup A. Hassan”, H. Tamar Djaja menceritakan debat A.
Hassan dengan tokoh Ahmadiyah itu. Dalam perdebatan itu, A. Hassan
mengemukakan sebuah “hadis” yang dikutif dari kitab Murza, yang berbunyi:
“Di hari Rasulullah meninggal, bumi berteriak, katanya: “Ya Allah,
apakah badanku ini akan Engkau kosongkan daripada diinjak oleh kaki-kaki
nabi sampai hari kiamat?” Baca entri selengkapnya »





Kenabian Mirza Ghulam Ahmad

12 06 2008

Para pendakwah Ahmadiyah sering mengelak dan berkilah dari konsep kenabian
Mirza. Sebab, jika diawal mereka terang-terangan mengakui kenabian Mirza,
maka akan mudah lawan-lawan Ahmadiyah menyerangnya dan mengatakannya sesat,
diluar Islam, maka aliran ini akan sulit mendapatkan simpati dan pengikut.

Berikut beberapa teks dari buku-buku yang dikarang sendiri oleh Mirza atau
pengikut aliran ini, yang menunjukan bahwa Mirza Ghulam Ahmad nabi ataukah
manusia biasa: Baca entri selengkapnya »