Apabila kita membaca atau berdialog dengan pengikut Mazhab Syi‘ah, mereka seringkali mengidentitikan diri mereka sebagai pengikut Mazhab Ahl al-Bait. Dakwaan ini akan kita kaji seterus ini.
Yang dimaksudkan dengan Ahl al-Bait Rasulullah.
Perkataan Ahl digunakan bagi seorang lelaki untuk merujuk kepada kabilahnya (عشيرته), orang-orangnya (ذو) dan kaum kerabatnya Contoh penggunaannya boleh dirujuk di dalam al-Qur’an:
Setelah Musa menyempurnakan tempoh kerjanya itu dan berjalan dengan isterinya (Ahl), ia melihat (dalam perjalanannya itu) api dari sebelah Gunung Tursina. (Ketika itu) berkatalah ia kepada isterinya (Ahl): “Berhentilah; sesungguhnya aku ada melihat api, semoga aku dapat membawa kepada kamu sesuatu berita dari situ, atau sepuntung dari api itu, supaya kamu dapat memanaskan diri.” [al-Qasas 28:29]
Perkataan Ahl al-Bait merujuk kepada keluarga bagi seseorang lelaki. Contohnya ialah ayat berikut berkenaan isteri Nabi Ibrahim ‘alaihi salam: Baca entri selengkapnya »
Mayoritas kaum muslimin menilai bahwa menentukan sikap terhadap Syi’ah adalah sesuatu yang sulit dan membingungkan. Kesulitan ini terpulang kepada banyak hal. Di antaranya karena kurangnya informasi tentang Syi’ah. Syi’ah menurut mayoritas kaum muslimin adalah eksistensi yang tidak jelas. Tidak diketahui apa hakikatnya, bagaimana ia berkembang, tidak melihat bagaimana masa lalunya, dan tidak dapat diprediksi bagaimana di kemudian hari. Berangkat dari sini, sangat banyak di antara kaum muslimin yang meyakini Syi’ah tak lain hanyalah salah satu mazhab Islam, seperti mazhab Syafi’i, Maliki dan sejenisnya.
Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah membimbingmu ke atas Siratal Mustaqim.









Komentar Terakhir