Arsip Blog
Nama-Nama Imam Ahli Qira’at (Qurra’)
Al-Qurraa’ as-Sab’ah (Tujuh Ahli Qira’at) yang terkenal, yang disebutkan oleh Abu Bakr bin Mujahid rahimahullah, dan dikhususkan penyebutan dikarenakan mereka –menurut Abu Bakr bin Mujahid- terkenal dengan ketelitian, amanah, dan lamanya mereka dalam menggeluti ilmu Qira’at, dan kesepakatan pendapat para Ulama untuk mengambil Qira’at dari mereka. Mereka itu adalah sebagai berikut:
Pertama: Abu ‘Amr bin al-‘Alaa’, gurunya para perawi. Dia adalah Ziyad bin al-‘Alaa’ bin ‘Ammar al-Mazini al-Bashri rahimahullah. Ada yang mengatakan bahwa namanya adalah Read the rest of this entry
Apakah Kita Murabbi itu?
Pernahkah kita mengalami suatu saat ketika kita membuka mushaf dan kita mulai membaca al-qur’an kemudian anak-anak kecil datang mendekati kita sambil membawa buku Iqra’nya lalu mereka melakukan hal yang sama seperti apa yang tengah kita lakukan?
Pernahkah kita mendapatkan Mutarabbi kita mengerjakan shaum sunnah padahal kita secara eksplisit tidah pernah menyuruhnya atau menginstruksikannya ? Hal tersebut dilakukan oleh Mutarabbi kita hanya karena ia mendapatkan kita juga melakukan shaum sunnah pada hari-hari sebelumnya.
Pernahkah kita mengalami teman/saudara atau sahabat (akhwat )kita perlahan-lahan menyesuaikan diri dan penampilannya berubah di tengah-tengah kita, mulai terbiasa mengenakan gaun panjang, memakai kerudung walau pada awalnya cuma nempel di atas kepala, tapi toh lama kelamaan ia menjadi terbiasa berjilbab baik. Padahal kita belum pernah berkata kepadanya bahwa memakai jilbab itu wajib. Apalagi memperdengarkannya ayat al-Qur’an yang Read the rest of this entry
Keutamaan Membaca Al-Qur’an
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Menyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)
Ada dua cara seseorang di dalam membaca kitab Allah. Pertama, tilawah hukmiyyah, yaitu membenarkan segala berita yang ada di dalamnya dan menerapkan hukum-hukumnya dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kedua, tilawah lafhzhiyyah atau qira’atul Qur’an, banyak sekali nash-nash yang menyebut keutamaannya. Dalam Shahih Bukhari, disebutkan riwayat dari Utsman bin Affan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Dalam Shahihain, disebutkan pula hadits dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kelak (mendapat tempat disurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang Read the rest of this entry

