Bercanda Mengolok-olok Agama


Tanya :

Bagaimana Hukum orang yang bercanda dengan kata-kata yang didalamnya terdapat olok-olok kepada Allah atau Rasul-Nya atau Al-Qur’an atau Agama-Nya?

Jawab :

Jika seorang muslim meninggal sedang ia terus menerus melakukan dosa besar seperti khamar, riba, zina, mencuri dan yang semacamnya begitu juga yang bunuh diri, maka mahzab Ahlussunnah wal jama’ah bahwa dia adalah seorang mu’min dengan keimanannya, fasiq dengan dosa besarnya dan urusannya sesuai kehendak Allah, jika Allah menghendaki, diampuni orang tersebut, dan jika Allah menghendaki maka akan disiksa orang tersebut sesuai dengan kadar dosanya, dan kita tetap memandikan, mengkafankan, menshalatkan dan mengebumikannya di pemakaman muslimin. Semasih orang tersebut tidak menghalalkan perbuatan dosa besar tersebut. Sesuai dengan firman Allah Ta’ala (“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan dia mengampuni dosa selain syirik” (An-Nisa’:48) dan hadits-hadits mutawatir tentang dikeluarkannya para ushot (orang-orang yang berbuat maksiat ) dari api neraka pada hari kiamat.
(Fatawa Lajnah Da’wah 1:505).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s