Merawat Buku Agar Awet & Menarik


BUKU adalah jendela dunia. Banyak sekali informasi dan pengetahuan yang terkandung di dalam sebuah buku. Dengan demikian, membaca buku berarti melahap informasi dan beragam pengetahuan. Tak heran, orang bisa mengeluarkan banyak uang untuk membeli dan mengumpulkan buku.

Tapi kalau koleksi itu tak dirawat, informasi atau pengetahuan yang ada di dalamnya bisa hancur atau hilang. Karena itu, perlu ada cara atau trik untuk menata dan merawat sumber ilmu itu. Jendela dunia itu perlu dibersihkan dan dirawat.

Ruang untuk sirkulasi udara

Kertas buku sangat halus dan mudah rusak karena cahaya matahari, kelembapan, debu, serta kekeringan. Karena kelembapan adalah musuh utama buku, dinding dan rak yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan buku harus memiliki ventilasi yang baik.

Lebih baik menggunakan rak dengan bagian belakang yang terbuka untuk memudahkan aliran udara. Beri cukup ruang antarpapan rak, serta antara rak dan dinding supaya udara mengalir lancar. Jika Anda punya Air Conditioning (AC), nyalakanlah selalu. Kelembapan relatif 45-60 persen dengan temperatur 20-24 Celsius.

Sampul

Hindarkan buku dari terpaan sinar matahari secara langsung karena dapat membuat kertas mengering dan menguning. Gunakan gorden, kerai, atau penutup jendela untuk melindungi buku dari cahaya matahari secara langsung. Buku juga perlu dilindungi dari debu.

Tutuplah buku dengan kertas tua, kantong plastik penutup khusus yang bisa dibeli di toko buku. Dan biasanya ada beberapa toko buku yang menyediakan jasa layanan sampul, bukan? Tapi pastikan dulu apakah mereka menyampulnya dengan baik atau tidak. Beri sampul tambahan untuk buku-buku lama. Gunakan kertas polos yang sedikit tembus pandang agar cover asli buku masih bisa dilihat.

Bersihkan buku sesering mungkin

Makhluk hidup seperti serangga jenis tertentu seringkali hadir di antara halaman buku. Serangga jenis ini memakan kertas atau lem. Untuk mencegahnya, Anda harus rajin mengangkat buku dari rak dan membersihkannya dengan kain lembut yang kering. Jangan gunakan air untuk membersihkannya.

Jika raknya berkaki, tempatkan kaki rak dalam selang berisi air atau minyak tanah. Jauhkan rak dari dinding supaya tidak dirambati serangga.

Taburkan kamper

Jangan sekali-kali menyemprotkan insektisida pada buku karena dapat merusak kertas. Tambahan lagi, insektisida itu tidak aman.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa cengkeh yang ditaburkan di dalam rak buku akan membantu mengusir berbagai macam serangga perusak buku. Taburlah kamper disela-sela buku atau dipojok-pojok lemari. Fungsi kamper adalah mengusir ngengat dan mengurangi bau tak sedap.

Perhatikan posisi buku

Posisi buku sebaiknya berdiri dan berjajar ke samping. Posisi ini memungkinkan udara masuk ke sela-sela buku lewat celah lembaran. Jika posisi buku bertumpuk, udara tidak bisa masuk. Dan itu berarti mempercepat kelembapan.

Rak buku sebaiknya tidak langsung menempel ke dinding. Tambahan lagi, level paling bawah rak buku harus berjarak beberapa sentimeter di atas lantai agar terhindar dari genangan air dan kelembapan yang berlebihan.

Jangan terlalu dekat dengan lantai

Usahakan letak buku tidak berdekatan dengan lantai. Artinya, tempat buku jangan di bagian paling bawah lemari. Pilihlah tempat yang memungkinkan buku enak dilihat dan mudah dijangkau. Pilihan bisa di bagian tengah atau atas rak.

Ketika akan mengambil atau membaca buku, sebaiknya tangan benar-benar kering dan bersih. Dan jangan sekali-kali menggunakan buku sebagai alas tidur, tempat duduk, pengganjal barang dan lain-lainnya.

Rotasi buku

Lakukan rotasi posisi buku setiap dua pekan sekali. Jika memungkinkan, keluarkanlah buku-buku dari lemari. Bisa di atas meja atau di ruang terbuka yang tidak lembap dan cukup udaranya.

Cahaya yang cukup

Tak ada salahnya memberi lampu khusus dalam lemari buku sehingga buku mendapat cahaya yang cukup. Sinar lampu bisa menghambat ngengat masuk ke sela-sela buku.

Pengapit buku

Kalau jumlah koleksi Anda belum cukup untuk memenuhi rak, gunakan pengapit buku (bookend). Buku yang dijejer terlalu longgar di rak buku akan mudah roboh dan rusak. Pilihlah bookend yang tipis supaya bisa menyelip dengan mudah di bawah buku.

Jika jumlah buku sudah banyak buatlah katalog buku yang disusun secara sistematis, layaknya katalog yang dibuat di perpustakaan. Dengan demikian, proses pencarian buku pun tidak akan memakan waktu lama. Bukankah mencari buku berarti membongkar atau memilah? Kalau sudah begitu, bukankah buku cepat rusak?

Kreasi penataan buku

Penataan buku pun bisa dilakukan dengan sedikit kreasi agar tidak monoton dan menarik dilihat. Penataan yang menarik itu, antara lain, dengan memodifikasi peletakan buku, baik secara vertikal maupun secara horisontal. Namun, pastikan bahwa bagian tulang buku tetap menghadap ke luar agar judul buku terlihat. Tatalah buku berdasarkan kategori atau katalogisasi tertentu untuk memudahkan pencarian.

Kalau perlu, buat inventarisasi koleksi buku Anda di komputer. Untuk memperindah tampilan, cobalah kelompokkan buku sesuai warna sampul. Jajarkan sesuai gradasi. Gabungkan penataan buku di rak dengan aksesori. Misalnya, deretkan buku secara berdiri di ujung rak, lalu tumpuk dua atau tiga buku hardcover di bagian tengah rak. Sebagai sentuhan akhir, letakkan kerang-kerangan atau bingkai foto kecil di atasnya.

Jangan foto kopi

Hindari memfotokopi buku karena bisa merusak benang atau lem jilid buku. Jangan biasakan menandai buku dengan tinta warna-warni pada bagian penting buku yang sedang dibaca.

Perlakuan khusus untuk buku langka

Khusus buku langka berusia di atas 100 tahun yang lengket antara satu halaman dengan halaman lain, perlu ada perlakuan khusus. Kalau halamannya lengket atau menyatu dengan halaman lain, jangan memaksa untuk memisahkannya. Ada cara tersendiri. Rendamlah kertas yang lengket itu ke dalam air selama setengah jam, lalu angkat dan angin-anginkan di tempat sejuk. Jangan sekali-kali menjemur di bawah terik matahari agar kertas tidak bergelombang setelah kering.(Genie/Genie/tty)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s