Posted in Info

Perdebatan antara Missionaris dan Santri


Dari: “Aris Hardinanto”

Salah seorang missionaris dalam perjalanan bis kota antar kota mendekati
penulis. Awal percakapan itu sang Missionaris menanyakan tentang agama
penulis, penulispun menjawab bahwa agama saya adalah Islam. Selanjutnya sang
Missionaris itu mulai mencoba “menggerayangI” keimanan penulis dengan
bertanya: “Apakah Al Quran menjamin keselamatan seorang muslim, termasuk
Muhammad ?”, tanpa berpikir panjang saya pun menjawab: “Tentu saja, karena
keimanan dan amal shalih yang dapat menghantarkan kita menuju keselamatan di
dunia dan akhirat”. Berikut ini adalah transkrip perdebatan penulis dengan
Missionaris yang mengaku bernama Yapto, tetapi missionaris itu tidak
mengetahui siapa penulis sebenarnya pada awal perdebatan. Terima Kasih saya
pribadi ucapkan kepada saudara M. Aswin Syahrani yang telah mencatat dan
merekam dalam HP perdebatan ini dan sedikit mengedit perihal kata-kata yang
kurang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia (bukan mengedit perdebatannya).

MISSIONARIS: “Anda tentu sholat bukan, mengapa di dalam sholat itu kita
selalu mengatakan *Allahumma sholi ‘alaa Muhammad*, yang berarti *Ya Allah
berilah keselamatan atas Muhammad*, secara logika do’a adalah pengharapan
akan sesuatu yang belum terjadi agar terjadi, contoh: Saya berdoa agar anda
selamat dalam perjalanan anda ini, berarti kan anda belum pasti selamat?”

MUSLIM: “Sholawat yang anda kutip bagi tadi saya belum seberapa membuktikan
bahwa muslim itu, termasuk Muhammad, adalah belum selamat; sebenarnya jika
anda jeli anda bisa temukan yang kalau ditafsirkan amburadul bisa membuat
umat Islam itu tidak tahu jalan alias sesat”

MISSIONARIS: “Lho kok anda malah berkata demikian?”

MUSLIM: “Coba anda buka di Terjemah Quran saya lihat sepintas di tas yang
anda bawa tadi”.

MISSIONARIS: “Ternyata anda jeli juga, oke saya buka, di surat apa?”

MUSLIM: “Buka surat Al Fatihah ayat 6, dan tolong bacakan”

MISSIONARIS: “Tunjukanlah kami jalan yang lurus (stop saya menyela dirinya)”

MUSLIM: “Secara logika anda, umat Islam belum selamat kan?, dan secara
pemahaman anda tadi bahwa doa adalah pengharapan akan sesuatu yang belum
terjadi supaya terjadi, misal yang belum selamat menjadi selamat, berarti
yang memohon berada di jalan yang lurus belum berada di jalan yang lurus
kan?”

MISSIONARIS: “Betul”

MUSLIM: “Seharusnya anda mencounter saya dengan ayat itu dulu untuk membuat
saya ragu akan Islam, jangan langsung kutip Sholawat Nabi, kan namanya
pemurtadan tidak sistematis, bener gak?”

MISSIONARIS: (tersenyum)

MUSLIM: “Sekarang giliran saya mengcounter anda Oke?, Ayat 6 surat tersebut
adalah ajaran dari Allah kepada hambanya dan merupakan falsafah doa. Ajaran
ini mempunyai nilai yang sangat tinggi baik filosofis maupun agamis, agama
Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk suatu perilaku yang paling luhur
dan dalam, sehingga umat islam menyadari kedudukannya sebagai makhluk dan
hamba yang tidak tahu apa-apa. Kita sebagai manusia tentu menyadari
kelemahan sebagai ciptaan Allah dan sebagai makhluk Allah sehingga tercipta
sebuah tindakan dan sandaran untuk tempat memohon serta meminta pertolongan
yang paling utama, yakni perlindungan dan petunjuk dari Nya. Islam
mengajarkan agar setiap insan terutama pemeluknya agar selalu merendahkan
diri kepada Allah yang menciptakan dirinya, melepaskan sifat keangkuhan dan
kesombongan. Bagaimana dengan Yesus yang nada laim sebagai Tuhan? untung
saya tadi bawa Alkitab, ini Alkitab saya resmi lho ya yang di tervitkan oleh
Lembaga Alkitab Indonesia. coba anda buka Matius 26: 38-39, saya bacakan
tolong kupingnya dipasang: *Maka ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa,
kataNya: “Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari
BapaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukuehendaki, melainkan seperti yang
Engkau kehendaki*, coba lihat Yesus merendahkan diri di hadapan Bapa,
seorang Allah Putera merendahkan diri dihadapan Alah Bapa….

MISSIONARIS: “Tapi konteks ayat itu adalah Yesus ketika akan ditangkap
Yahudi sehinga memohon kepada Bapanya”.

MUSLIM: “Nah tambah jelas dong Yesus memohon kepada Bapa, berarti Yesus
tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya, dalam kaidah
logika: Seseorang yang meminta kepada Tuhan adalah bukan Tuhan, Yesus
meminta kepada Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan, masuk akal gak?”

MISSIONARIS: (Diam)

MUSLIM: “Dan Yesus juga mempunyai dosa, mau bukti?”

MISSIONARIS: “Yesus mengampuni dosa umat manusia, Dia tidak punya dosa”

MUSLIM: “Jangan berkilah, silahkan buka Lukas 11: 2-4 saya bacakan tolong
dengarkan dengan kuping mendekat “*Bapa dikuduskanlah namaMu….dan
ampunilah kami dan atas dosa kami”*”. Menurut penjelasan logika anda tadi
bahwa yang namanya doa adalah pengharapan atas sesuatu yang belum terjadi
agar terjadi….naaahhh….ada dua kecacatan Allah menurut logika anda di
hadapan ayat ini: 1. adalah Bapa adalah sebelum di doakan adalah belum kudus
dan yang kedua adalah Yesus berdoa supaya diampuni dosanya berarti Yesus
berdosa.

MISSIONARIS: “Ayat itu merupakan ajaran doa Yesus pada umat manusia agar
sellau memohon doa pada diriNya”

MUSLIM: “Tunggu dulu, coba anda perhatikan kata-kata *di kuduskan
namaMu…dan ampunilah atas dosa kami”*, kok anda tidak jujur begitu mas,
itu ucapan yang menurut logika anda tadi Bapa di doakan agar kudus dan Yesus
berdosa meminta ampun akan dosanya, sekarang apa waktu itu Yesus berdoa pada
dirinya sendiri? jawab dulu!”

MISSIONARIS: (diam)

MUSLIM: “Ya tidak dong mas, dia berdoa pada BapaNya yaitu Allah Ta’ala,
karena Yesus selalu mengatakam Allah adalah Bapa, contoh: “Aku Belum pergi
kepada BapaMu dan BapaKu, AllahKu dan AllahMu” Yesus menyebut Allah itu
sebagai Bapa.

MISSIONARIS: “Maaf tadi saya belum tahu nama anda (khas penginjil keliling
jika sudah terpojok), siapa nama anda?”

MUSLIM: “Saya Aris, dari Tim FAKTA, oke sudah tahu kan nama saya, kita
lanjutkan perdebatan kepada sholawat”

MISSIONARIS: “Sebentar lagi saya turun di pertigaan Pandaan, sejujurnya saya
senang sekali akan diskusi lintas agama ini”

MUSLIM: “Arah pertanyaan anda dapat saya baca, anda mengambil buku-buku
Nehemia Centre, Abdul Yadi, Iskandar Jadeed, Robert Morey, Jansen Litik, dan
si Habib Makhrus, apa ada yang terlewat dari ucapan saya?”

MISSIONARIS: ” (senyum)…Saya juga heran kok ada anggota FPI yang murtad”

MUSLIM:” Makhrus Ali sudah Islam, sudah berbulan-bulan yang lalu, anda
paling baru mendapat gandaan VCD Makhrus beberapa minggu yang lalu
paling….iya kan?”

MISSIONARIS: “Lho Makhrus Ali itu Kristen”

MUSLIM: “Ini ada nomer Hp Markus Margianto alias Makhrus Ali, mau saya
telfonkan dengan Loud Speaker (sambir masuk ke contacts dan kursor pada
Makhrus Ali (Habib Gadungan))?”

MISSIONARIS: (terdiam…)

MUSLIM: “Anda masih orang baru yang belajar memakai bahan lama yang sudah
expired, kalau ingin “mengganggu” aqidah umat Islam sebaiknya dengan argumen
yang masuk akal, baru dan lebih hebat dari argumen yang itu-itu saja, ada
satu kardus lemarin es buku yang macam begitu”

MISSIONARIS: “Oke mas, terima kasih atas waktunya, semoga Tuhan Yesus
Memberkati”

MUSLIM: “Mau Debat topik Yesus bukan Tuhan?”

MISSIONARIS: “Ha…ha…ha..(tertawa dan tersenyum kemudian, beberapa saat
kemudia ia turun dari bisa di pertigaan Pandaan, Jawa Timur)

NB: Perkuat aqidah dan keilmuan kita agar tidak kaget dalam menghadapi
Missionaris yang tiba-tiba berada di samping anda.


“Hai orang-orang yang diberi kitab, Jangan kamu berlebih-lebihan dalam
agamamu, dan jangan kamu berkata tentang Allah kecuali yang benar,
Sesungguhnya Messiah Isa putera Maryam adalah utusan Allah…” (Al Quran Al
Karim)

www.timfakta.swaramuslim.com
www.arishardinanto.swaramuslim.com

2 thoughts on “Perdebatan antara Missionaris dan Santri

  1. allahu akbar!!andaikn negeri ini pny bnyk yg sperti mas aris insya ALLAH negeri qt ini akn mnjdi negeri islam!amin..mas blh saya minta pendapat dr mas aris?kbtln sy pny mslh tentang perbedaan agama ini mas,klo mas tdk keberatan blh saya mnta no hp mas aris?maaf apabila saya lancang mas..ini no hp saya(081320249084)tegakan terus panji2 islam di bumi qt ini!terima kasih.wasallam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s