Renungan

Hikmah dari Perkembangan Satu Biji Menjadi Tujuh Ratus Biji, dan Hikmah Terbungkusnya Biji-Biji Itu.


biji-gandumRenungkanlah perkembangan yang Allah tetapkan pada tumbuhan sehingga satu biji bisa berkembang menjadi tujuh ratus biji. Andaikata setiap biji hanya melahirkan satu biji yang sama, maka hasil bumi tidak akan meluas ketika biji-bijian di tebarkan di bumi dan tidak akan mencukupi. Oleh karena itu, tanaman diciptakan dengan karakter yang banyak menghasilkan sehingga mencukupi kebutuhan pokok dan pertanian. Begitu juga buah-buahan yang keluar dari satu cabang agar manusia tidak aan pernah kehabisan buah. Setiap buah itu dipetik, maka akan ada penggantinya. Dan materi awal yang ada di pohon tidak akan sia-sia dan tidak akan berkurang. Andai penguasa suatu negeri ingin membangun pertanian di negerinya, maka dia cukup memberikan benih pada setiap penduduk untuk ditanam agar menjadi perkebunan. Demikianlah hikmah Allah dengan menjadikan satu biji mampu berkembang menjadi banyak banyak biji-bijian agar manusia mendapat makanan dari biji-biji itu dan menyimpan apa yang digunakan untuk menanam kembali.
Renungkanlah kejadian biji-bijian seperti beras, gandum dan lainnya. Dia berkembang bertahap. Ketika masih kecil, biji-biji itu terbungkus oleh kulit yang melindunginya dari segerombolan burung. Andai biji-biji itu tidak dibungkus oleh kulit, maka dia akan rusak diserang oleh burung-burung dan pemilik pertanian akan kesulitan mengusir burung-burung itu . Oleh karena itu, Allah yang Mahakasih dan maha Mengetahui menjadikan kulit bagi biji-bijian sebagai pelindungnya. Burung-burung hanya mengambi dari biji-biji sesuai dengan kebutuhannya dan sebagian besar tetap menjadi hak manusia, karena manusia lebih berhak untuk mendapatkannya. Manusialah yang merawat tanaman itu dan kebutuhannya lebih banayk dari kebutuhan burung.

Sumber : Buku Keajaiban Penciptaan Mahluk Sebuah Telaah Inul Qayyim karya Khalil Ibn Ibrahim Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s