Posted in Aqidah, Fiqih

Bolehkah Isbal (memanjangkan celana sampai dibawah mata kaki) bagi pria ?


jalan-kakiOleh : Abu Abdirrahman Hamzah Al Atsari

Adalah suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mentaati beliau dengan melaksanakan perintahnya serta menjauhi larangannya dan membenarkan berita yang dibawa beliau.Tanda bukti cinta kepada Allah dan Rasul-Nya adalah terus komitmen melaksanakan simbol – simbol islam dalam bentuk perintah, larangan, ucapan,keyakinan, maupun amalan.Diantaranya adalah membiarkan jenggot dan memendekkan pakaian sebatas mata kaki yang itu semua dilakukan karena taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengharapkan pahala-Nya.

PENGERTIAN ISBAL

Isbal adalah menurunkan pakaian di bawah mata kaki baik itu berupa celana ataupun sarung. Sedangkan pelakunya disebut Musbil.

LARANGAN BERBUAT ISBAL

Isbal adalah salah satu simbol kesombongan. Orang yang di dalam hatinya ada sifat sombong walaupun seberat biji dzarrah tidak akan masuksorga,sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim.Mereka yang melakukan perbuatan Isbal pada pakaian bahkan sampai terseret di tanah , itu adalah perbuatan yang mengandung bahaya yang besar, karena menentang perintah Allah dan Rasul-Nya, melaksanakan apa yang dilarang Allah dan Rasulnya adalah sikap menentang, pelakunya akan mendapat ancaman yang keras. Firman Allah Azza wa Jalla dalam surat An – Nisaa:115 : “Barangsiapa yang menentang Rasul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti selain jalannya Sabilil Mukminin (para shahabat)maka kami biarkan dia tenggelam dalam kesesatan dan kami masukkan ke neraka jahannam.Dan itu merupakan seburuk-buruk tempat kembali.”

Adapun dalil – dalil yang menerangkan tentang larangan atau haramnya perbuatan isbal adalah :

1. Karena isbal adalah simbol kesombongan maka dia akan terkena firman Allah Azza wa Jalla dalam surat Luqman:18 “Dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan sombong,Karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada setiap orang yang sombong lagi angkuh.”

2. Hadits dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah bersabda : “Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya di hari kiamat.”(Hr Bukhari dan lainnya)

3. Hadits dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,beliau bersabada: “Isbal berlaku pada sarung, gamis dan serban. Siapa yang menurunkan pakaiannya sedikit saja karena sombong, tidak akan dilihat Allah di Hari Kiamat.”(Hr Abu Daud,Nasa’I dan Ibnu Majah. Hadits shahih).

4. Hadits dari Abu Hurairah,Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Allah tidak akan melihat orang yang menyeret sarungnya karena sombong.”(Muttafaqun ‘alaihi)

5. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Bukhari:”Apa saja yang berada di bawah mata kaki berupa sarung maka tempatnya di neraka.”

6. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan Abu Daud dengan sanad yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sllam bersabda:”Sarung seorang mukmin sebatas kedua betisnya.Tidak mengapa bila dia menurunkan dibawah itu selama tidak menutupi kedua mata kaki.Dan yang berada di bawah mata kaki tempatnya di neraka.”

Pengertian sombong adalah sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam:”Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (Riwayat Muslim di dalam hadits yang panjang)

JAWABAN ATAS PERTANYAAN – PERTANYAAN

a. Hukum Isbal jika dilakukan karena tidak sombong dan angkuh apakah itu juga diharamkan?

b. Jika seseorang terpaksa melakukannya apakah karena paksaan keluarga atau malu atau sudah kebiasaan bagaimana hukumnya?

JAWABNYA :

a. Isbal tidak boleh dilakukan (haram) secara mutlak bagi pria apakah itu karena sombong atau tidak. Berdasarkan keumuman nash hadits yang diriwayatkan Bukhari dalam shahihnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Apa yang dibawah mata kaki berupa sarung,maka tempatnya adalah di neraka.”

Dan juga Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari Abu Dzarr radliyallahu ‘anhu,sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:”Ada 3 golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari kiamat, tidak dilihat (dengan pandangan rahmat) dan tidak dibersihkan dari dosa serta mereka akan mendapat azab yang sangat pedih,yaitu pelaku isbal,pengungkit pemberian dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu.”

Dari sini jelas bahwa Larangan isbal bersifat umum dan mutlak (apakah itu karena sombong /tidak) dan tidak boleh menganggap larangan isbal hanya karena sombong saja, karena Rasulullah tidak memberikan pengecualian hal itu sebagaimana sabdanya lagi:”Jauhilah olehmu Isbal,karena dia termasuk perbuatan sombong.”(Hr Abu daud, dan tirmidzi dengan sanad yang shahih) Beliau menjadikan semua perbuatan isbal termasuk kesombongan,karena secara umum perbuatan itu tidak dilakukan kecuali memang demikian.

Adapun yang melakukannya karena sombong maka dosanya lebih besar.Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:”Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong Allah tidak akan melihatnya di hari kiamat.”Adapun sabda Nabi kepada Abu Bakar ketika dia mengatakan beliau bahwa sarungnya sering melorot kecuali kalau dia benar-benar menjaganya adalah:”Sesungguhnya engkau tidak termasuk orang yang melakukannya karena sombong.”(Hr Bukhari dan Muslim). Ini adalah sekaligus bantahan terhadap orang yang melakukannya tapi berdalil dengan apa yang dilakukan Abu Bakar.Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang sarung(celananya) melorot tanpa maksud sombong kemudian dia benar-benar menjaganya dan membetulkannya (menaikkan celananya kembali) tidaklah berdosa(dimaafkan).Ini juga bantahan terhadap orang yang sok tahu(jahlul murakkab) yang mengatakan bahwa isbal tidak boleh dilakukan dalam sholat saja!!! Ini adalah perkataan yang bathil dan lemah dalil (nash).

b. Tetaplah hal tersebut Haram hukumnya berdasarkan nash yang kita sebutkan diatas maka wajib setiap muslim berhati-hati dengan isbal. Dan hendaknya dia takut kepada Allah ketika melakukannya dengan kemurkaan-Nya dan hukuman-Nya,Dia adalah sebaik-baik pemberi taufik.Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Ali bin Thalib Rasulullah bersabda:”Tidak ada ketaatan pada kemaksiatan,ketaatan itu hanyalah pada hal-hal yang ma’ruf.”Dan juga rasulullah bersabda dalam hadits yang shahih :”Tidak boleh taat terhadap makhluk dalam durhaka kepada Al-Khalik.” Sekalipun itu adalah orang tua,keluarga,teman kita sendiri.

PENUTUP

Setelah Jelas dan gamblang bagi kita berdasarkan nash dari Al-qur’an dan hadits yang shahih dengan pemahaman salafush shalih tentang hukum isbal tersebut apakah kita akan tetap berkeras kepala untuk melakukannya dan seakan-akan menantang kepada Allah untuk menurunkan hukuman dan azab-Nya.Renungkanlah firman Allah Azza Wa Jalla dalam surat Al-Hasyr:7 “Apa yang diberikan rasul kepada kalian,maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian,maka tinggalkanlah,dan bertaqwalah kalian kepada Allah.Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” Semoga Allah memberi manfaat kepada saya dan Anda sekalian melalui Hidayah Kitab-Nya dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendengarkan ucapan yang benar kemudian mengikutinya. Wallahu ta’ala a’lam .

15 thoughts on “Bolehkah Isbal (memanjangkan celana sampai dibawah mata kaki) bagi pria ?

  1. Beberapa Fatwa tentang Hukumnya Memanjangkan Pakaian karena Sombong dan Tidak Sombong

    Pertanyaan :

    Apakah hukumnya memanjangkan pakaian jika dilakukan karena sombong atau karena tidak sombong. Dan apa hukum jika seseorang terpaksa melakukakannya, apakah karena paksaan keluarga atau karena dia kecil atau karena udah menjadi kebiasaan ?

    Jawab :

    Hukumnya haram sebagaimana sabda Nabi :

    “Apa yang di bawah kedua mata kaki berupa sarung maka tempatnya di Neraka ” (HR.Bukhari dalam sahihnya )

    Imam Muslim meriwayatkan dalam shahih Abu Dzar ia berkata: Rasulullah bersabda: ” Ada 3 golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari Kiamat, tidak dilihat dan tidak disucikan (dari dosa) serta mendapatkan azab yang sangat pedih, yaitu pelaku Isbal (musbil), pengungkit pemberian dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu.” ( HR. Muslim, Ibn Majah, Tirmidzi, Nasa’i).

    Kedua hadist ini semakna dengan mencakup musbil yang sombong atau karena sebab lain. Karena Rasulullah mengucapkan dengan bentuk umum tanpa mengkhususkan . Kalau ia melakukan karena sombong maka dosa yang ia lakukan akan lebih besar lagi dan ancamannya lebih keras, Rasulullah bersabda : “Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat orang yang menyeret sarungnya karena sombong”. (Muttafaq ‘alaihi)

    Tidak boleh menganggap bahwa larangan melakukan Isbal itu hanya karena sombong saja, karena rasullullah tidak memberikan pengecualian hal itu dalam kedua hadist yang telah kita sebutkan tadi, sebagaiman juga beliau tidak memberikan pengecualian dalam hadist yang lain, Rasul bersabda : “Jauhilah olehmu Isbal, karena ia termasuk perbuaan yang sombong” (HR Abu Daud, Turmudzi dengan sanad yang shahih).

    Beliau menjadikan semua perbuatan Isbal termasuk kesombongan karena secara umum perbuatan itu tidak dilakukan kecuali memang demikian. Siapa yang melakukannya tanpa diiringi rasa sombong maka perbuatannya bisa menjadi perantara menuju kesana. Dan perantara dihukumi sama dengan tujuan. dan semua perbuatan itu adalah perbuatan berlebihan lebihan dan mengancam terkena najis dan kotoran.

    Oleh karena itu Umar Ibn Khatab melihat seorang pemuda berjalan dalam keadaan pakaiannya menyeret di tanah, ia berkata kepadanya : “Angkatlah pakaianmu, karena hal itu adalah sikap yang lebih taqwa kepada Rabbmu dan lebih suci bagi pakaianmu (Riwayat Bukhari lihat juga dalam al Muntaqo min Akhbaril Musthafa 2/451 )

    Adapun Ucapan Nabi kepada Abu Bakar As Shiddiq ketika ia berkata :

    “Wahai Rasulullah, sarungku sering melorot (lepas ke bawah) kecuali aku benar-benar menjaganya. Maka beliau bersabda :“Engkau tidak termasuk golongan yang melakukan itu karena sombong.” (Muttafaq ‘alaih).

    Yang dimaksudkan oleh oleh Rasulullah bahwa orang yang benar-benar menjaga pakaiannya bila melorot kemudian menaikkannya kembali tidak termasuk golongan orang yang menyeret pakaiannya karena sombong. Karena dia (yang benar-benar menjaga ) tidak melakukan Isbal. Tapi pakaian itu melorot (turun tanpa sengaja) kemudian dinaikkannya kembali dan menjaganya benar-benar. Tidak diragukan lagi ini adalah perbuatan yang dimaafkan.

    Adapun orang yang menurunkannya dengan sengaja, apakah dalam bentuk celana atau sarung atau gamis, maka ini termasuk dalam golongan orang yang mendapat ancaman, bukan yang mendapatkan kemaafan ketika pakaiaannya turun. Karena hadits-hadits shahih yang melarang melakukan Isbal besifat umum dari segi teks, makna dan maksud.

    Maka wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati terhadap Isbal. Dan hendaknya dia takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika melakukannya. Dan janganlah dia menurunkan pakaiannya di bawah mata kaki dengan mengamalkan hadits-hadits yang shahih ini. Dan hendaknya juga itu dilakukan karena takut kepada kemurkaan Alllah dan hukuman-Nya. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebaik-baik pemberi taufiq. (Fatwa Syaikh Abdul Aziz Ibn Abdullah Ibn Bazz dinukil dari Majalah Ad Da’wah hal 218).

    Tidak Boleh Melakukan Isbal Sama Sekali

    Pertanyaan:

    Bila seeorang melakukan Isbal pada pakaiannya tanpa diiringi rasa sombong dan angkuh, apakah itu juga diharamkan baginya? Dan apaakah hukum Isbal itu juga berlaku pada lengan pakaian?

    Jawab:

    Isbal tidak boleh dilakukan secara mutlak berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Apa yang berada di bawah mata kaki berupa sarung, maka itu tempatnya di neraka.” (HR Bukhari dalam shahihnya)

    Dan juga karena sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang diriwayatkan dari Jabir Ibn Sulaim: “Jauhilah Isbal olehmu, karena itu tergolong kesombongan.” (HR Abu Daud dan Turmudzi dengan sanad yang shahih)

    Dan juga karena sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang tsabit dari beliau:

    “Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat, tidak dilihat dan tidak disucikan dari dosa serta mereka akan mendapat aazab yang sangat pedih, yaitu pelaku Isbal, pengungkit pemberian dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR Muslim dalam shahihnya)

    Tidak ada beda apakah dia melakukan karena sombang atau tidak. Itu berdasarkan keumuman banyak hadits. Dan juga karena secara keumuman itu dilakukan karena sombong dan angkuh, walau dia tidak bermaksud demikian. Perbuataannya adaalah perantara menuju kesombongan dan keangkuhan.

    Dan dalam perbuatan itu juga ada mengandung unsur meniru wanita dan mempermudah pakaian dikenai kotoran dan najis. Serta perbuatan itu juga menunjukkan sikap berlebih-lebihan. Siapa yang melakukannya karena sombong, maka dosanya lebih besar. Berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam : “Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya di hari kiamat.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Adapun sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam kepada Abu Bakar Ash Shiddiq Radliyallah’anhu ketika dia mengatakan kepada beliau bahwaa sarungnya sering melorot kecuali kalau dia benar-benar menjaganya:

    “Sesungguhnya engkau tidak termasuk orang yang melakukannya karena sombong.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Ini adalah bantahan bagi orang yang melakukannya, tapi berdalil dengan apa yang dilakukan Abu Bakar Ash Shiddiq. Bila dia memang benar-benar menjaganya dan tidak sengaja membiarkannya, itu tidak mengapa.

    Adapun lengan baju, maka sunnahnya tidak melewati pergelangan? Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebaik-baik pemberi taufiq.

    (dari sumber yang sama hal.220)

    Hukum Memanjangkan Celana

    Pertanyaan:

    Sebagian orang ada yang memendekkan pakaiannya di atas kedua mata kaki, tapi celananya tetap panjang. Apa hukum hal itu?

    Jawab:

    Isbal adalah perbuatan haram dan mungkar, sama saja apakah hal itu terjadi pada gamis atau sarung. Dan Isbal adalah yang melewati kedua mata kaki berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam

    “Apa yang di bawah kedua mata kaki berupa sarung, maka tempatnya di neraka.” (HR Bukhari)

    Dan beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat, tidak dilihat dan tidak disucikan dari dosa serta mereka akan mendapat aazab yang sangat pedih, yaitu pelaku Isbal, pengungkit pemberian dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR Muslim dalam shahihnya)

    Beliau juga bersabda kepaada sebagian para sahabatnya: “Jauhilah Isbal olehmu, karena itu termasuk kesombongan.” (HR Abu Daud dan Turmudzi dengan sanad yang shahih)

    Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa Isbal termasuk salah satu dosa besar, walau pelakunya mengira bahwa dia tidak bermaksud sombong ketika melakukannya, berdasarkan keumumannya. Adapun orang yang melakukannya karena sombong, maka dosanya lebih besar berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam :

    “Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihatnya di hari kiamat.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Karena perbuatan itu menggabung antara Isbal dan kesombongan. Kita mengharap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Dia memberi keampunan. Adapun ucapan Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Bakr ketika dia berkata kepada Beliau:

    ” Wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, sarungku sering turun kecuali kalau aku benar-benar menjaganya.” Maka Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: ” Engkau tidak termasuk orang yang melakukan hal itu karena sombong.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Hadits ini tidak menunjukkan bahwa Isbal boleh dilakukan bagi orang yang tidak karena sombong. Tapi hadits ini menujukkan bahwa orang yang sarungnya atau celananya melorot tanpa maksud sombong kemudian dia benar-benar menjaganya dan membetulkannya tidak berdosa. Adapun menurunkan celana di bawah kedua mata kaki yang dilakukan sebagian orang adalah perbuatan yang dilarang. Dan yang sesusai dengan sunnah adalah hendaknya gamis atau yang sejenisnya, ujungnya berada antara setengah betis sampai mata kaki dengan mengamalkan semua hadits-hadits tadi. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebaik-baik pemberi taufiq

    (Dari sumber yang sama hal. 221).

    Pertanyaan :

    Apakah menurunkan pakaian melewati kedua mata kaki (Isbal) bila dilakukan tanpa sombong didanggap suatu yang haram atau tidak ?

    Jawab :

    Menurunkan pakaian di bawah kedua mata kaki bagi pria adalah perkara yang haram. Apakah itu karena sombong atau tidak. Akan tetapi jika dia melakukannya karena sombong maka dosanya lebih besar dan keras, berdasarkan hadist yang tsabi dari Abu Dzar dalam Shahih Muslim, bahwa Rasulullah bersabda :

    “Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat, tidak dibersihkan dari dosa serta mereka akan mendapatkan azab yang pedih.”

    Abu Dzarr berkata : “Alangkah rugi dan bangkrutnya mereka ya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam ! Beliau berkata: “Mereka adalah pelaku Isbal, pengungkit pemberian dan orang yang menjual barangnya dengan sumpah palsu” ( HR Muslim dan Ashabus Sunan)

    Hadis ini adalah hadist yang mutlak akan tetapi dirinci dengan hadist Ibnu umar, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersada :

    “Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa ta’ala pada hari kiamat.”(HR Bukhari)

    Kemutlakan pada hadist Abu Dzar dirinci oleh hadist Ibnu Umar, jika dia melakukan karena sombong Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihatnya, membersihkannya dan dia akan mendapatkan azab sangat pedih. Hukuman ini lebih berat dari pada hukuman bagi orang yang tidak menurunkan pakaian tanpa sombong. Karena Nabi berkata tentang kelompok ini dengan:

    “Apa yang berada dibawah kedua mata kaki berupa sarung maka tempatnya di neraka” (HR Bukhari dan Ahmad)

    Ketika kedua hukuman ini berbeda, tidak bisa membawa makna yang mutlak kepada pengecualian, karena kaidah yang membolehkan untuk megecualikan yang mutlak adalah dengan syarat bila kedua nash sama dari segi hukum.

    Adapun bila hukum berbeda maka tidak bisa salah satunya dikecualaikan dengan yang lain. Oleh karena ini ayat tayammum yang berbunyi :

    “Maka sapulah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian dengan tanah itu.” (Al Maidah :6).

    Tidak bisa kita kecualikan dengan ayat wudlu yang berbunyi :

    “Maka basuhlah wajah wajah kalian dan tangan tangan kalian sampai siku. ( Al Maidah : 6).

    Maka kita tidak boleh melakukan tayammum sampai kesiku. Itu diriwayatkan oleh Malik dan yang lainnya dari dari Abu Said Al Khudri bahwa Nabi bersabda :

    “Sarung seseorang mukmin sampai setengah betisnya. Dan apa yang berada dibawah mata kaki, maka tempatnya di neraka. Dan siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihatnya.”

    Disini Nabi menyebutkan dua contoh dalam hukum kedua hal itu , karena memang hukum keduanya berbeda. Keduanya berbeda dalam perbuatan, maka juga berbeda dalam hukum. Dengan ini jelas kekeliruan dan yang mengecualikan sabda Rasulullah ;

    “Apa yang dibawah mata kaki tempatnya dineraka.”

    Dengan sabda beliau :

    “Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

    Memang ada sebagian orang yang bila ditegur perbuatan Isbal yang dilakukannya, dia berkata: Saya tidak melakuakan hal ini karena sombong .

    Maka kita katakan kepada orang ini : Isbal ada dua jenis, yaitu jenis hukumnnya ; adalah bila seseorang melakukannya karena sombong maka dia tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mendapatkan siksa yang sangat pedih. berbeda dengan orang yang melakukan Isbal tidak karena sombong. orang ini akan mendapatkan adzab, tetapi ia masih di ajak bicara, dilihat dan dibersihkan dosanya. Demikian kita katakan kepadanya.

    (diambil dari As’ilah Muhimmah Syaikh Muhammad Ibn Sholeh Utsaimin)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s