Posted in Aqidah, Keluarga

Keluarga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam


pertalian
* Majalah Qiblati Edisi Khusus Haji dan Majalah Qiblati Edisi 3 Volume 4

7 thoughts on “Keluarga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

  1. @van rooklen

    membawa bawa antara kema’suman dengan pertalian perkawinan….
    gak ada hubungannya om!!! salah satu penghulu wanita penghuni surga (asiah) juga istri nya firaun. trus apa hubungannya suaminya dengan kemuliaan beliau. ada juga nabi nuh, yang istrinya ikut tergulung banjir karena masih tetap kafir.

    Kalo begitu, benar, ahlul bait Nabi tidaklah maksum seperti anggapan Rofidhoh dunk, walopun mereka adalah keluarga Rasulullah.. karena memang tidak ada hubungannya antara kemaksuman Rasulullah dengan ikatan kekeluargaan… begitu kan? Ali tidak maksum, Fathimah dan kedua putranya tidak maksum, istri2 Rasulullah-pun tidak maksum… kalo begitu saya setuju.. memang tidak ada yang maksum selain Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam…

    Suka

  2. wuakakakak… yg bahlul itu siape?? ente yg bahlul murrokab kalee… gimana Muhammad bin Abu Bakar mau membai’at bapaknya sendiri, lha wong saat Abu Bakar dilantik menjadi Khalifah dia itu masih sangat kecil berumur 1 tahun.. rooklen.. rooklen.. jgn asbun tho makanya, kalo asbun pasti akn kembali ke dirimu sendiri.. wuakakakak… Muhammad bin Abu Bakar bertentangan dengan bapaknya? No Way! saat Abu Bakar wafat dan kemudian Ibunya menikah dengan Ali, dia itu pun masih anak-anak berumur 3 tahun, gimana mau bertentangan dg bapaknya & ngerti urusan orang dewasa? hoalah belajar sejarah lagi dech ente sebelum cuap2.. nyampah aja ente itu di sini!

    Suka

  3. mem…mem…blajar lagi deh…..kalo ngerti separo, jangan ngomong dulu
    imam jas’far dilahirkan oleh 2 kali abu bakar. betul!!!! ibunya dan neneknya adalah keturunan abubakar. dari abubakar yang mana?? muhammad bin abubajar shidiq r.a!!

    siapa muhammad bin abubakar shidiq r.a? anaknya abubakarshidiq. tapi……..muhammad bin abubakar r.a tidak pernah membaiat bapaknya sebagai khalifah sebelum imam ali membaiat.
    artinya dia anak abubakar yang bertentangan dengan bapaknya!!

    ente dan team ente nih…..mendingan menjelaskan…..wahabi tuh apa. salafy itu apa. khan ente pada wahabi. jangan sok tau soal syiah trus bikin tulisan yang isinya fitnah trus ngawur. jadi kelihatan bahlulnya.

    Suka

  4. hehehe……. silsilah yang ente bawa, banyak salahnya om.
    al hasan tidak punya anak nama abu bakar. alhusein juga gak punya anak nama umar dan abubakar. yang di tulis ali ausath (abu bakar zaynul abidin) ini bukti paling konkrit bahwa silsilah yang ente bawa itu silsilah pembohong. ali al ausath itu ali zaynul abidin imam ke 4 nya orang syiah. bukan abubakar zaynul abidin. dan dia juga gak punya anak nama umar al asyraf. itu khayalan team ente.
    imam musa lah anak nya abu bakar, umar, aisyah. khan anaknya yang jadi imam ali ar ridha. mana alinya ?

    membawa bawa antara kema’suman dengan pertalian perkawinan….
    gak ada hubungannya om!!! salah satu penghulu wanita penghuni surga (asiah) juga istri nya firaun. trus apa hubungannya suaminya dengan kemuliaan beliau. ada juga nabi nuh, yang istrinya ikut tergulung banjir karena masih tetap kafir.

    dan juga masalah imam ali a.s memberi nama anak dengan nama abubakar,umar,utsman, itu gak ada hubungannya dengan keharmonisan. bisa ajah demi menghindari fitnah ali a.s memberi nama anak nya seperti nama nama yang disebutkan diatas.
    alasan benarnya mengapa imam menamai anak anaknya dgn nama tsb, kita tidak akan tahu secara pasti. karena kita tidak tahu kondisi sosial politik saat itu.

    ente nih…..mendingan bawa dalil. abu bakar keren….ini hadist nya. umar keren…ini hadistnya….ustman keren….ni hadistnya…..
    jangan bawa bawa kenapa imam ali ngasih nama anaknya ini, itu. apalagi ente bawa silsilah….silsilah nya pembohong. alias silsilah bikinan sendiri alias buat ngeboongin orang.

    Suka

  5. @supendi

    Silahkan anda check sendiri kebenaran dari silsilah tersebut… karena bukan hanya riwayat dari sunni saja yang menguatkan silsilah di atas, tetapi juga dari referensi2 syi’ah sendiri.. kalo anda mau saya akan tunjukkan dari referensi syi’ah..

    Yang perlu anda ketahui, Imam Ja’far Ash shoddiq (Imam Syi’ah yg keenam) adalah keturunan Imam Ali dari pihak ayah dan keturunan Abu Bakar dari pihak ibu.. jadi imam-imam ahlul bait dimulai dari Imam Ja’far dan seterusnya ke bawah adalah merupakan keturunan dari Imam Ali (tentunya juga keturunan Rasulullah dari anaknya Fathima ra) dan Abu Bakar Ash Shiddiq. ini fakta yang sangat jelas! termuat dalam referensi Sunni & Syi’ah. jika anda mau, saya bisa InsyaAllah tunjukkan referensi-nya baik di Sunni maupun di Syi’ah.

    Jadi sungguh hal yang sangat kualat sekali jika ada rofidhoh yang suka mencela Abu Bakar, karena dia adalah kakek Imam Ja’far dan secara otomatis adalah juga kakek dari imam-imam ahlul bait lain keturunan Imam Ja’far.. makanya mulai dari sekarang, utk kalian yg terjangkit virus rofidhoh, dipikir dulu dunk kalo ngomong jgn asbun.. dan hal tersebut menunjukkan bahwa keturunan sahabat dan ahlul bait itu saling berkasih sayang, hal ini diwujudkan dengan ikatan perkawinan diantara keturunan mereka (adakah bukti yg lebih kuat utk menunjukkan orang2 yg saling berkasih sayang daripada ikatan perkawinan?).. sangat jauh dari sikap saling bermusuhan spt yg didoktrinkan oleh rofidhoh kepada pengikutnya!. camkan!

    Suka

  6. Mesti di check dulu kebenaran silsilah besan berbesannya keluarga nabi dgn para sahabat. Setahu saya tidak ada anak imam ali dgn 2 nama abubakar,usman,umar.apalagi anak anak imam husein. Imam husein punya anak 3 yang bernama ali…kok disitu gak ada ya? Check dulu ah……

    Bismillah
    Silhakan baca Menimbang Ajaran Syiah 1 dan seri selanjutanya, maka kergauan anda tentang hal ini akan terhapuskan.

    Suka

  7. mas abu, perbesanan atau hub mertua dan mantu itu tdk ada hubungannya dg iman seseorang. Dalam ayat atau hadis dikatakan bahwa yg menentukan masuk surganya seseorang adalah iman dan amalnya sendiri.

    Boleh jadi antara seorang sahabat terjalin hub besan atau mantu dg Nabi saw. Tetapi apabila sahabat tsb menyakiti Nabi umpamanya, maka hubungan sbg besan atau mantu tdk bisa menjamin apa2.

    Admin:
    Bismillah. Insya argumen anda diatas akan kami luruskan dalam tulisan yang saya kutib dr sebuah buku yang sangat bagus. Dan bagian pertama sudah kami posting. Selamat membaca ….
    Syukran

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s