Osama bin Laden : The Man Of The Age


Lewat Presiden Barack Obama, Amerika mengumumkan (1/5) tewasnya Osama bin Laden (1957-2011 M). Pengumuman malam yang mengagetkan semua pihak tersebut dinyatakan dengan penuh kebanggaan. Ribuan warga Amerika menyambut berita tersebut dengan antusias. Mereka berkumpul merayakan kematian Osama dengan kegembiraan yang meluap.

Sebuah fenomena yang unik sekaligus ganjil. Sebuah negara super power dunia mengumumkan kesuksesannya membunuh seorang anak manusia. Realitas yang sesungguhnya menunjukkan kelemahan serta ketidakmampuan. Betapa tidak, AS beserta sekutunya butuh sepuluh tahun untuk menyentuh kulit seorang Bin Laden. Lantaran itu pula, berita tewasnya Bin Laden menjadi kejutan bagi banyak orang.

Sikap berbeda ditunjukkan banyak orang terhadap berita tewasnya Osama. Di satu sisi, ada pihak yang bergembira atas kematiannya. Lantaran kesalahan-kesalahan yang dia lakukan sebagaimana didengungkan media selama ini. Padahal, seluruh ulama sepakat bahwa kesalahan tersebut tidak sampai mengeluarkan dia dari statusnya sebagai muslim. Osama tetaplah seorang muslim. Dia tetap berhak mendapatkan hak-haknya sebagai muslim dari muslim yang lainnya.

Di sisi lain, ada pula pihak yang secara ekstrim menghujatnya. Seakan dia adalah setan dunia yang sudah seharusnya memikul seluruh kesalahan dan dosa. Pihak ini mungkin lupa kenyataan yang jelas bahwa Osama bin Laden adalah tokoh yang telah berhasil membebaskan diri dari godaan dunia. Kendati dia sesungguhnya mampu untuk merengkuhnya. Kehidupan pribadinya pun tak pernah ditengarai bergelimang dosa dan pelanggaran.

Tak pelak, Osama adalah juga manusia. Dia melakukan kesalahan yang, sebagaimana dalam pencitraan media, telah berdampak sangat besar terhadap umat dan dakwah Islam. Tapi dia juga muslim yang pada segi tertentu taat melaksanakan ajaran agamanya.

Adalah sikap muslim seharusnya, khususnya terhadap Bin Laden yang telah meninggalkan dunia yang fana ini, untuk adil dan ishaf. Osama telah melakukan kesalahan fatal yang tak mungkin dibenarkan. Dia bukan maksum. Tapi dia tidak pula sampai kufur.

Kesalahan yang dilakukan Osama bin Laden tak mungkin menjadikan seorang muslim gembira atas kematiannya. Kesalahannya memang besar; tapi kesalahan itu tak boleh menjadi pembenaran hingga harus turut larut bergembira bersama orang kafir yang berhasil membunuh seorang muslim.

Tak mungkin kita lalai, bahwa teroris sebenarnya adalah pemerintahan AS itu sendiri; pihak yang justru telah nyata mengorbankan nyawa ribuan manusia, menjajah dua negara muslim, dan menjadi pendukung setia terorisme Israel yang menduduki Palestina.

Perang yang digelorakan Bin Laden semasa hidupnya dapat dibagi kepada dua bagian. Pertama adalah perang melawan penjajah. Dalam kerangka ini, dia memposisikan dirinya sebagai pejuang yang melawan kolonialisme terhadap dunia Muslim.

Sedangkan yang kedua adalah aksi pembunuhan yang dilakukan di dalam negeri kaum muslimin. Perang yang disebut terakhir ini adalah kesalahan fatal; yang bila ditinjau dari sudut pandang manapun tak mungkin disebut jihad. Ajal yang menjemput Bin Laden adalah akibat dari perang yang pertama; ketika dia dalam posisi berjuang melawan agresor penjajah. Tewasnya Bin Laden bukan dalam perang terhadap sesama kaum muslimin.

Osama bin Laden adalah fenomena abad ini. Kesuksesannya yang terpenting adalah dia berhasil menghapus sindrom paranoia yang berlebihan terhadap pasukan Amerika yang berfasilitas tempur lengkap. Dan itu kembali kepada keyakinannya terhadap prinsip-prinsip yang dia pegang. Hal inilah yang menjadikannya sangat ditakuti, bahkan oleh kekuatan agresor dunia seperti Amerika.

Sepak terjang Bin Laden telah menggoncang dunia. Tindakannya berdampak pada tumbangnya negara, turunnya kepala dan pejabat pemerintahan, serta mempengaruhi bursa saham dunia. Bila sejarah dunia kontemporer demikian mengagungkan ketokohan dan revolusi Che Geuvara; maka dia tak berarti apa-apa dibanding Osama bin Laden. Che Geuvara tak dapat bersanding dengan Bin Laden, baik dari segi tantangan, kekuatan, pengaruh, maupun popularitas. Dan inti dari yang membedakan antara keduanya adalah keimanan, kekuatan mental yang tak dapat dibuat gentar oleh maut sekalipun. (as/taseel)

Sumber : http://tanaasuh.com/osama-bin-laden-the-man-of-the-age/

2 thoughts on “Osama bin Laden : The Man Of The Age

  1. si MUjahid Osama itu belum mati. Tapi saya heran dengan berita tv terutama tvone dan metro dengan gagahnya memberitakan kematian si mujahid osama. Juga membebrkan kejelekan osma. ane tahu dan bis membedakan kru di kedua media ini, adayang kafir dan ada yang mengaku islam, taoi komentar-komentar mereka bagaikan mereka itu jongos AS. Kalau orang yang menolak kematian osama diberitakan sekilas, tapi kalau kematian di ulas. dasar dunia telah menutup hati mereka sehingga tidak lagi membaca kebenaran yang hakiki.

    Suka

  2. Setiap orang Islam yang bersorak soai dan bergembira atas tewasnya Mujahid Osama bisa digolngkan menjadi orang munafik, bisa juga keluar dari islam. Orang islam sebagaimana diajarkan oleh al Qur’an dan as sunnah baik tersurat maupun tersurat menjelaskan bahwa kematian itu adalah suatu kepastian dan sudah ditentukan oleh Allah yang Maha Kuasa. Apakah kematian itu datang pada saat kita di darat, laut, udara, di tempat tidur, di jalan, di kamarmandi, dibunuh, ditembak, dibom, terjatuh, ditabrak dll, itu semua adalah hanya suatu sebab yang sudah digariskan oleh ALLAH bagi setiap makhluq-NYA untuk suatu kepastian ( Kematian ) itu. Bagaimana mungkin seorang yang mengaku islam bergembira ria mendengar saudaranya mati di bunuh. Dimana letak aqidah keimanan dan keislamannya. Dunia yang selama ini dikuasai oleh orang-orang kafir telah menghancurkan kemanusiaan setiap bangsa. Apakah Bangsa-bangsa arab yang sering disebut dunia islam bisa melawan amerika dikala saudara-saudaranya disiksa dan dibunuh. Begitu pula Indonesia, pakistan, banglades dll, semuanya dia seribu bahasa dikala AS beserta sekutunya membunuh masyarakat Sipil. Kenapa bisa demikian. Karena bangsa-bangsa tersebut sudah sangat dalam mencintai dunia dengan menjadikan AS dan sekutunya menjadi Qiblatnya serta pemeimpin2nya menjadi Tuhan. Sementara dengan bangganya mereka duduk bersanding bersama para pemimpin pembohong yang kafir itu merencanakan pembunuhan terhadap ummat Islam yang dianggap teroris. Memang benar kata para mujahid. Negara-negara Timur Tengah, serta negara-negara Islam dunia lain sudah menjadi budak/jongos2 ameria dan sekutunya. karena untuk mempertahankan kekuasaan yang korup dan rakus, mereka rela membeli tangan orang kafir untuk membunuh saudaranya. Sebagai ummatnya Rasulullah, Muhammad SAW, saya malu menyebut mereka para pemimpin negara-negara Islam itu sebagai Muslim, karena jauh panggang dari api kelakukan dan tindakan mereka terhadap orang islam yang kritis dan berjihad dalam kebenaran, keadilan dan kejujuran. Artikel di atas sangat bagus untuk direnungkan bukan untuk dibenarkan, karena :
    1. Hanya Osama dan kelompoknya yang bersuara dan mau berjihad melawan pemimpinpin kafir yang terus mengobok negara-negara Islam. Apakah ada pemimpin negara Islam yang resmi punya keberanian mengatakan tidak atas perbuatan bejat Amerika dan sekutunya.
    2. Warga islam yang terbunuh akibat jihad Osama bin laden bisa dibenarkan karena mereka membela AS dan sekutunya untuk menghancurkan kelompok mujahid Islam. Warga sipil inipun merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan pemimpin-pemimpin negara-negara Islam yang sudah menjdi budak / jongos Amerika dan sekutunya.
    3. Jihad osama beserta kelompoknya jelas ingin menegakan kebenaran, keadilan dan kejujuran, bukan ingin kekuasaan, harta dan wanita. Bayangkan para mujahid itu, terutama Osama adal seorang Milyuner, juga tokoh-tokoh lainnya memiliki pendidikan yang sangat mumpuni untuk menggapai kehidupan dunia yang mewah. semua ditinggalkan, dan mau tinggal dihutan belantara, bebukitan batu dan cadas yang tajam, di goa-goa yang gelap yang menurut kita adalah sangat-sangat tidak layak bagi seorang osama. tapi demi menegakan kebenaran, keadilan, dan kejujuran yang universal yang berkemanuaiaan, mereka mau berjihad dengan resiko yang sangat. sangat berat. jangan kita melihat Jihad meraka dengan kacamata orang kafir, orang munafik, pemimpin islam yang munafik, tapi lihatlah dengan hati yang jernih bagaimana keadaan dunia sekarang. Apakah kebenaran, keadilan dan kejujuran yang universal sudah ada. Tokoh-tokoh Islam, termasuk pemimpin Islam boleh berkomentar bahwa walau demikian, kita tidak boleh melakukan kekerasan teror. Teror menurut siapa, saya tanya, menurut hatinya yang bersih atau menurut Amerika yang kafir dan sekutu2nya. Kemudian apa langkah dan tindakan tokoh2 yang mengaku dirinya islam itu serta para pemimpin islam terhadap kejahatan amerika dan sekutunya atas ummat islam. kejahatan dan kebohongan, kebinatangan AS dan sekutunya baik sekutu mengatasnamakan islam maupun sekutu kafir hanya bisa dilawan dengan jihad, sebagai satu-satunya cara untuk membuka mata hati mereka. Lihat hancurnya menara kembar di AS mendorong orang-orang kafir lebih giat mempelajari Islam yang sesungguhnya, bukan Islam-islaman seperti tokoh2 dan pemimpin islam yang sudah menjadi jongos amerika. Bandingkan berita muallaf nya orang kafir sebelum dan sesuad terjadinya penghancuran menara kembar. Jadi sebagai Hamba ALLAH yang maha kuasa, kekarasan tidak semua jelek seperti kkerasan yang berbentuk kejahatan sebagaimana dilakukan oleh AS dan sekutunya. Tapi kekerasan dalam bentuk jihad itu perlu agar dapat membuka hati orang-orang yang menginginkan kebenaran, keadilan dan kejujuran yang universal bisa tegak di buminya ALLAH ini.
    Koment terakhir, sebagai orang Islam, yang percaya dan yakin akan kekuasaan ALLAH, maka sampai dengan detik penulisan komentar ini, masih tetap tidak percaya bahwa OSAMA telah terbunuh oleh tentara Kafir Amerika. Karena AS merupakan bangsa pembohong nomor wahid di dunia dan sebagai bangsa teroris sesungguh, maka apapun yang keluar dari mulut pembohong obama tidak perlu saya dan orang islam percaya. Adapun alasan menolak kematian mujahid osama ialah :
    1. Seorang pemimpin Mujahid yang menjadi motivator perjuangan, tidak terdapat pengawalan yang extra ketat dikediamannya. sementara dunia tahu bahwa AS dan sekutu biadabnya selalu melakukan kejahatannya dengan keroyokan. hal ini pasti sudah jelas. Jadi tidak mungkin osama tidak di kawal. Bisa saja foto orang yang diatap rumah ( katanya kediaman mujahid osama ) adalah mainan tentara kafir.
    2. Foto Mujahid Osama yang masih hidup sama persis dengan jenazah yang katanya milik osama. bagaimana mungkin foto orang yang mati ditembak dikepalanya itu, bentuk mulut, jenggot, garis cukur jambang sama persis dengan foto orang yang masih hidup. kalau ditembak dikepala serta hantaman lainnya, tenta bentuk mulut / bibir serta jambang dan garis pinggir jambang akan berubah bentuk, dan tidak akan serapi dengan foto yang masih hidup.
    3. Gambar darah dan jenasah lainyya dengan posisi yang tidak jelas, serta mereka meninggalkan istri mujahid osama di TKP karena terburu-buru, ini membuktikan sebenaranya mereka tidak menemukan osama di rumah tersebut.
    4. Seorang Mujahid yang cerdas, pasti memiliki strategi yang canggih, masa rumah yang begitu besar tidak terdapat tempat rahasia sebagi jalan keluar kalau ada penyerbuan, kan aneh.
    5. Membawa jenazah dan tidak lama kemuadian langsung dibuang kelalut, dengan alasan-alasan yang berbauh kebohongan. Misalnya kalau negara-negara islam menolah osama dimakamkan di negaranya, tidak mungkin mereka langsung menolak tetapi harus berkoordinasi dengan dewan fatwa ulama setempat. Alasan kedua takut kuburannya akan menjadi motivator mati untuk para mujahid muda. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi, karena bagi islam, kuburan atau apalah namanya, semuanya tidak memiliki kekuatan apapun dan ga bakalan dijadikan sebagai tempat mencari solusi, kecuali orang yang mengaku islam tapi keimanannya penuh dengan kemusyrikan.
    5. Mengapa saat ini Obama tidak mau merilis foto-foto jenazah korban, karena obama tahu, secanggih apapun merekayasa suatu fotoh pasti ketahuan kalau dilakukan dengan terburu-buru. Jadi suatu saat mereka akan merilis foto jenazah tersebut dan mengatakan bahwa karena atas desakan dunia, pada pengumuman itu karena hasil rekayasa dan kloning foto sudah dianggap sempurna dan lengkap serta bisa dipertanggungjawabkan.
    5. Setiap mujahid yang berjuang menegakan kebenaran, keadilan dan kejujuran yang universal tidak akan merasa kehilangan walaun ada yang menjadi korban. Karena itu sudah menjadi resiko jihad. Jihadnya para mujahid dilandaskan dan disandarkan kepada ALLAH serta penegakan kebenaran, keadilan serta kejujuran tidkan bisa berhenti selama kejahatan, kemunafikan masih menguasa dunia ini.
    6. Kapa para mujahid , berjihadlah karena ALLAH karena itulah tingkatan kesempurnaan keimananmu. Sementara kami yang berada didalam rumah hanya dengan berdoa karena lemahnya iman kami. Tapi doa kami selalu menyertai langkah para mujahid untuk menggapai kemulian dan yang terbaik menurut ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA…….AMIIN

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s