Posted in Herbal & Kesehatan, Tips

Tips Cara Aman Memilih Herbal Yang Baik


Tips Memilih Obat HerbalSaat ini, berbagai produk jamu dan herbal bertebaran dan mudah diperoleh.Namun, untuk memilih yang cocok dengan penyakit yang diderita, bukan perkara mudah.Banyak produk herbal dan jamu yang berbeda, punya indikasi atau klaim penyakit  yang sama atau sejenis, bahkan banyak produk yang diklaim oleh produsennya sebagai panasea (obat segala penyakit).

Contohnya untuk penyakit kanker, banyak pilihannya, ada mahkota dewa, buah merah, sarang semut, keladi tikus, jamur lingzhi, benalu teh, jeli gamat, spirulina, dan lain-lain.Untuk diabetes melitus juga ada banyak produk, misalnya VCO, mahkota dewa, buah merah, jeli gamat, spirulina, mengkudu, dll.Bisa jadi, anda kebingungan memilih yang mana.Nah, berikut ini akan diberikan beberapa tips dalam memilih jamu dan herbal, sesuai kebutuhan penyakit Anda.

1. Sebelum memilih dan menggunakan jamu dan herbal, ketahui dulu penyakit Anda.Untuk itu, Anda tidak bisa menduga-duga dari keluhan yang Anda rasakan.Anda harus periksa ke dokter atau lab.Setelah itu, mintalah saran dokter  mengenai terapi terbaik untuk penyakit Anda.

2. Bacalah buku-buku kesehatan, terutama yang menyangkut penyakit Anda.Dari sini Anda akan tahu lebih dalam mengenai penyakit tersebut, jenis-jenis terapi yang tersedia, dan jenis terapi yang terbaik saat ini.

3. Bila perlu, tanyakan kepada ahlinya (Batra atau pengobat tradisional) mengenai herbal atau jamu yang tepat untuk penyakit Anda tersebut.Anda juga bisa menanyakan ke beberapa dokter yang sekaligus berprofesi sebagai Batra.Atau, Anda bisa mempelajari dari buku-buku bacaan populer yang banyak dijual di toko-toko buku.

4. Pilihlah produk yang berkualitas dengan ciri-ciri, di antaranya : dijual di tempat-tempat resmi seperti apotek, toko obat, atau agen-agen resmi yang ditunjuk, nama dan alamat produsen jelas, memiliki merek dagang terdaftar, memiliki izin edar BPOM, memiliki klaim sesuai aturan, tercantum tanggal kadaluarsa dan kode produksi.Jenis-jenis izin edar jamu/suplemen herbal, sebagai berikut:

  • FITOFARMAKA (grade tertinggi untuk izin edar jamu/suplemen herbal.
  • POM TR (perizinan obat & makanan tradisional).
  • IKOT (industri kecil obat tradisional).
  • PIRT (penyuluhan industri rumah tangga).
  • POM TI (perizinan obat & makanan import) khusus untuk produk import.

5. Berhati-hatilah untuk membeli produk dengan izin PIRT yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan kota atau kabupaten, meski beberapa dinas kesehatan kota atau kabupaten memberikan izin untuk produk jamu dengan alasan jamu juga dikonsumsi seperti makanan.Seharusnya, produk jamu/suplemen herbal terdaftar di BPOM, izin PIRT umumnya untuk produk makanan atau minuman bukan jamu/suplemen herbal, kecuali produk seperti VCO.

 6. Ikuti cara aturan pakainya, meliputi dosis setiap kali konsumsi, frekuensi pemakaian, dan waktu yang tepat untuk mengkonsumsinya.

 7. Ikuti pula pantangan-pantangan/diet yang harus dilakukan.Pantangan ini tergantung jenis penyakitnya.Misalnya untuk diabetes melitus, harus menghindari makanan dan minuman manis serta mengurangi makanan berlemak.Untuk penyakit asam urat, harus berpantang makanan dengan kadar purin tinggi seperti jeroan, udang, emping melinjo, dan kacang-kacangan.Untuk penyakit kanker, harus berpantang makanan berlemak, makanan dengan pengawet, dan penyedap rasa.

 8. Untuk menghindari efek samping jangka panjang, sebaiknya konsumsi jamu atau herbal dihentikan bila penyakit Anda sudah benar-benar sembuh secara medis.

 9. Anda dapat terus mengkonsumsi ramuan herbal dengan dosis lebih rendah dosis pencegahan) atau mengganti ramuan herbal dengan produk suplemen herbal seperti teh celup herbal.

 10. Jangan menjadikanharga sebagai pertimbangan utama dalam memilih produk, gunakan pertimbangan masalah keamanan & khasiat sebagai pertimbangan utama.

 11. Hati-hati dengan testimoni yang bombastis dari promo penjual produk herbal karena pengalaman “empiris”(tidak teruji secara klinis) individu-individu tertentu,ini tidak bisa dijadikan patokan 100% untuk kesembuhan orang lain.Banyaknya dosis & kesembuhan suatu penyakit ditentukan oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin, umur, pola hidup, pola makan, kondisi awal penyajit, dan lain-lain.Yang terpenting, anggaplah pengalaman orang lain tersebut hanya sebagai pendorong semangat untuk kesembuhan penyakit Anda.

 12. Seperti halnya obat-obatan pada umumnya, untuk ibu hamil dan menyusui, penderita hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung, sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat herbal tertentu.Pasalnya, meskipun dari bahan-bahan alami, produk obat herbal yang dijual juga memiliki bahan-bahan aktif yang berinteraksi dengan obat-obat yang diberikan oleh dokter.Penggunaan obat herbal yang tidak tepat, dapat mengganggu penyerapan obat-obat tertentu.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semua,dan menjadikan kita semakin pintar dalam memilih produk herbal.(diambil dari sebuah artikel dari majalah ‘Sakinah’ volume 9, no 3, 15 Juni-15 Juli 2010, dengan judul yang sama)

Sumber :- dari buku ‘Pilih Jamu dan Herbal Tanpa Efek Samping’ karangan Ny Ning Harmanto

– http://pr.qiandra.net.id

Diambil dari Majalah Sakinah dengan penyesuan judul artikel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s